Bataminfo.co.id, Batam – PT Capella Dinamik Nusantara selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau mengingatkan masyarakat agar tidak membonceng anak di bagian depan sepeda motor. Posisi tersebut dinilai berisiko karena dapat mengganggu kendali pengendara dan meningkatkan potensi cedera apabila terjadi pengereman mendadak maupun kecelakaan.
Edukasi tersebut disampaikan melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman. Salah satu fokusnya ialah meningkatkan pemahaman orang tua mengenai cara membawa anak menggunakan sepeda motor dengan lebih aman.
Safety Riding Instructor Main Dealer Capella Honda Kepri, Christofer Valentino, mengatakan masih banyak orang tua menempatkan anak di depan pengendara karena dianggap lebih praktis atau agar anak dapat menikmati perjalanan.
“Padahal, posisi tersebut sangat berisiko. Anak bisa terbentur saat pengereman mendadak, mengganggu kendali sepeda motor, bahkan mengurangi fokus pandangan pengendara,” kata Christofer.
Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua sebelum mengajak anak berkendara menggunakan sepeda motor.
Pertama, anak wajib menggunakan helm berstandar SNI dengan ukuran yang sesuai. Pengendara dan pembonceng sama-sama memiliki risiko cedera ketika terjadi kecelakaan sehingga keduanya harus menggunakan perlengkapan keselamatan.
Kedua, anak harus duduk di kursi belakang dengan posisi tegak, menempel pada pengendara, serta mampu berpegangan dengan baik agar keseimbangan tetap terjaga selama perjalanan.
Ketiga, pastikan kondisi fisik anak sudah memungkinkan untuk menjadi pembonceng. Kakinya harus dapat menjangkau pijakan kaki, sementara tangannya mampu memegang pengendara dengan kuat. Bila diperlukan, orang tua dapat menggunakan sabuk pembonceng khusus anak sebagai perlindungan tambahan.
Keempat, hindari akselerasi maupun pengereman secara tiba-tiba. Anak umumnya belum memiliki kemampuan menjaga keseimbangan sebaik orang dewasa sehingga perubahan kecepatan yang mendadak dapat meningkatkan risiko terjatuh.
Kelima, sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan lalu lintas. Pengendara juga dianjurkan menghindari manuver berisiko serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
Keenam, perhatikan durasi perjalanan, kondisi cuaca, serta kondisi fisik anak. Untuk perjalanan yang cukup jauh, pengendara sebaiknya berhenti sejenak agar anak dapat beristirahat dan tidak mengalami kelelahan.
Ketujuh, ajak anak berkomunikasi selama perjalanan. Orang tua perlu memastikan anak tetap nyaman, tidak mengantuk, haus, maupun menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Christofer menegaskan keselamatan anak tidak hanya ditentukan oleh perlengkapan berkendara, tetapi juga perilaku pengendara di jalan.
“Saat membawa anak, tanggung jawab kita menjadi lebih besar. Karena itu, selalu terapkan budaya #Cari_Aman, patuhi peraturan lalu lintas, dan utamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” ujarnya.
Sementara itu, Sales Manager Main Dealer Capella Honda Kepri, Duri Yanto, mengatakan keselamatan harus menjadi perhatian utama setiap pengendara, terutama ketika membawa anak yang memiliki kondisi fisik berbeda dengan orang dewasa.
“Edukasi keselamatan bukan hanya tentang mematuhi aturan lalu lintas, tetapi juga membangun kebiasaan yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga,” kata Duri Yanto.
Edukasi keselamatan berkendara bagi masyarakat akan terus menjadi bagian dari kegiatan Main Dealer Capella Honda Kepri melalui kampanye #Cari_Aman di berbagai kesempatan, termasuk pelatihan safety riding dan sosialisasi kepada komunitas maupun kalangan pelajar.












