Bataminfo.co.id, Batam – Pemberitaan mengenai sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang asyik nongkrong di Button Cafe, Tiban, pada hari pertama kerja pasca-lebaran, Senin (30/03), berbuntut panjang. Bukannya melakukan evaluasi internal, pihak media Bataminfo.co.id justru dihujani tudingan miring dan fitnah keji.
Media ini dituduh telah menerima ‘pesanan’ atau bekerja di bawah suruhan Kepala Sekolah SMPN 56 Batam Nurhayati, untuk menjatuhkan para oknum guru tersebut. Tuduhan ini mencuat setelah diketahui bahwa ASN yang terjepret kamera sedang bersantai di kafe saat jam dinas tersebut merupakan tenaga pendidik di sekolah tersebut.
Menanggapi tuduhan yang menyerang integritas redaksi, Pimpinan Bataminfo.co.id, Saugi, angkat bicara dengan nada tegas. Ia membantah keras adanya intervensi dari pihak mana pun dalam peliputan tersebut.
”Kami memuat berita tersebut murni sesuai fakta di lapangan. Tidak ada suruhan, apalagi pesanan dari Kepala Sekolah. Kami bahkan tidak tahu bahwa ASN tersebut adalah guru di SMPN 56 sampai hari ini, Selasa (31/03), saat pihak sekolah menghubungi kami,” ujar Saugi dengan nada lugas.
Tak main-main, Saugi menyatakan akan mengambil langkah hukum atas dugaan pencemaran nama baik yang dialamatkan kepada dirinya dan institusi medianya.
”Kami bekerja dengan kode etik. Berita sudah melalui proses verifikasi yang seharusnya. Ini murni temuan fakta, bukan skenario. Kami akan melaporkan oknum-oknum yang menyebarkan fitnah bahwa media ini bekerja di bawah pesanan pihak ketiga,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Sekolah SMPN 56 Batam, Nurhayati yang ditemui di kawasan Tiban juga tidak dapat menyembunyikan kemarahannya. Ia merasa difitnah oleh oknum gurunya sendiri yang menuduh dirinya sebagai otak di balik pemotretan saat mereka asyik nongkrong.
”Saya tidak kenal dengan pihak media yang memberitakan ini. Malah saya difitnah dituduh menyuruh orang memfotokan mereka. Ini benar-benar keterlaluan,” ucap Nurhayati dengan nada geram.
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa sebenarnya ia sudah memberikan peringatan keras kepada para guru tersebut sebelum mereka memutuskan untuk keluar ke kafe.
”Sebelum mereka nongkrong ke sana, saya sudah ingatkan: jangan makan di sana, kalau mau makan take away saja atau setidaknya ganti baju dinas dulu. Tapi peringatan saya sama sekali tidak diindahkan. Sekarang malah saya yang dituduh memfitnah mereka,” tegasnya lagi.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi Bataminfo.co.id masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada oknum-oknum guru yang diduga kuat menjadi penyebar informasi sesat terkait tudingan ‘media pesanan’ tersebut. Persoalan disiplin ASN yang awalnya menjadi sorotan, kini justru melebar ke ranah hukum dan dugaan pencemaran nama baik. (Zel)
GEGER! Bataminfo Dituding Jadi ‘Media Pesanan’ Usai Bongkar Oknum Guru SMPN 56 Nongkrong di Jam Kerja, Pimpinan: Kami Lapor Balik!











