Warga Bintan Kekurangan Air Bersih Dampak Kebakaran Hutan, Sinergitas dan Koordinasi jadi Langkah Efektif

Avatar photo
Ket Foto : Penyaluran Air Bersih kepada warga, termasuk di SDN 004 Bintan Utara, Kelutahan Tanjung Uban Selatan, Kecamatan Bintan Utara | Arsip: damkar tg.uban/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Bupati Bintan memberikan kebijakan khusus, dengan memerintahkan masing-masing Kepala UPDT untuk mengkoordinir proses pendistribusian air bersih kepada masyarakat.

Pasalnya, peristiwa kebakaran ratusan hektar hutan di Wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) tak hanya menyisahkan duka bagi warga setempat.

Namun, kejadian yang dilakukan oleh oknum yang diduga ingin membuka lahan itu bahkan telah mendatangkan dampak buruk lainnya, seperti; minimnya air bersih sebagai kebutuhan pokok masyarakat Bintan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) DAMKAR Tanjung Uban, Panyodi yang akrab disapa Yodi itu kepada media Bataminfo menyebutkan bahwa, pihaknya berkoordinasi dengan UPTD lainnya, sebagaimana diperintahkan oleh Bupati Bintan.

“Untuk air, kita dikoordinir oleh Kabupaten Bintan, melalui masing-masing koordinator yang ditunjuk oleh Pak Bupati yang dikoordinatori oleh masing-masing UPTD yang ada. Bupati langsung memerintahkan masing-masing kepala UPTD untuk menjadi koordinator yang schadule-nya diatur oleh BPBD setempat melalui Kecamatan dan Keluarahan yang ada,” jelas Yodi, Selasa (31/3/26).

Yodi mengatakan hingga saat ini, pasokan air masih minim, tetapi kata dia, pihaknya memiliki satu sumber air yang kini dimanfaatkan untuk dialirkan ke warga.

“Pasokan air di sekitaran Uban sebenarnya sudah mengering. Tapi kita bisa dapatkan air di Desa Kuala Serpang, di Kecamatan Kuala Lobam. Agak sedikit jauh tapi itu yang bisa kita dapatkan sumber air. Air itu juga layak untuk kita pakai,” ujarnya.

Tak hanya dialirkan ke rumah warga, air bersih tersebut juga disalurkan ke sekolah, tepatnya di SDN 004 Bintan Utara, Kelutahan Tanjung Uban Selatan, Kecamatan Bintan Utara.

Sementara itu, terkait upaya memadamkan kobaran api yang terus menghabiskan secara perlahan hutan di sekitar Bintan, Yodi menyebut, turunnya hujan cukup membantu dalam hal mendapatkan air.

“Soal kebakaran hutan itu karena diguyur hujan jadi agak sedikit berkurang. Khususnya Damkar Tanjung Uban hanya memiliki dua armada. Satu untuk memadamkan, satu yang untuk suplai air,” ucap dia.

Kata dia, dengan keterbatasan armada, namun atas koordinasi serta kerja sama yang baik, sehingga warga tetap mendapatkan suplai air.

“Armada untuk suplai itu khusus untuk suplai air ke masyarakat. Untuk Damkar, itu dibantu oleh Sat Brimob Polda Kepri yang ada di Tanjung Uban. Jadi kita sangat terbantu,” kata Yodi.

Yodi mengatakan, bahkan dirinya pun terjun langsung dalam upaya penanganan kebakaran serta pendistribusian air bersih kepada warga. Ia berharap, meski terbatas suplai air, namun sumber air yang ada saat ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Personil sendiri, termasuk saya juga harus turun tangan, sesuai koordinasi dengan masing-masing UPTD yang ada di sana. Kita berharap, semua upaya ini dapat berjalan dengan baik, kebutuhan air bagi masyarakat bisa terpenuhi,” harapnya.