Minim Air, Tim Damkar Kesulitan Padamkan Kobaran Api pada Sejumlah Titik di Bintan

Avatar photo
Ket Foto 1 : Proses Pemadaman Kebakaran Hutan di Wilayah Desa Lancang Kuning, Bintan, Kepri | dok.damkarbintan/BI

:

Bataminfo.co.id, Batam – Tim Pemadam Kebakaran (DAMKAR) mengaku kewalahan menangani kebakaran hebat yang terjadi di Wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI).

Sebagaimana disampailan oleh Kepala UPTD DAMKAR Tanjung Uban, Panyodi melalui wawancaranya dengan Tim Redaksi Media Bataminfo, hingga saat ini, pihaknya masih terus berupaya untuk melakukan pemadaman terhadap kobaran api yang yang terus membara, termasuk hutan di Desa Lancang Kuning yang menjadi salah satu fokus utama.

“Saat ini kami masih pemadaman di desa Lancang Kuning, jadi kami belum kembali. Tadi siang kita di Perumahan Tanjung Permai, kita beralih ke Desa Lancang kuning sampai sore tadi, beralih lagi ke Berdikari Bintan Timur, lalu kembali lagi ke Lancang Kuning, sampai malam ini masih pemadaman,” jelas sosok yang akrab disapa Yodi, Senin, (23/3/26) malam.

Yodi mengungkapkan, kebakaran tersebut terjadi di beberapa titik wilayah itu. Pihaknya bahkan telah berupaya melakukan pemadaman sejak hari pertama lebaran.

“Upaya pemadaman sudah dari lebaran pertama kita padamkan kobaran api di Kota Baru, Simpang Lagoi. Sampai hari ini tak ada hentinya. Ada 5 sampai 6 titik kadang dalam satu hari itu. Kira-kira masuk ratusan hektar, cuma secara pasti kita baru tahu setelah rekap semua,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya mendahului titik-titik yang dekat dan berpotensi ke rumah warga. Sementara itu, terkait kabar usaha warga yang ikut ludes, Yodi menyebut hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi itu.

Kendati demikian, Yodi juga menyebut, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kata dia, faktor cuaca dan angin yang cukup kencang menjadi faktor juga api dapat menyebar meluas.

“Armada kita juga terbatas. Dalam satu hari itu ada beberapa titik yang tak bisa cover. Kita utamakan beberapa titik untuk daerah- daerah yang mendekati dengan perumahan. Hampir semua titik dekat dengan rumah warga. Rata-rata rumah semua. Soal usaha warga yang ikut terbakar, kami belum dapat info. Kita harus cek dulu. Nanti kita susuri ke Lurah dan RT/RW. Korban tak ada. Api itu karena kuatnya angin jadi cepat menyebar,” kata dia.

*Minimnya Air, Tim Damkar Sedot Air Parit untuk Padamkan Kobaran Api*

Kata Yodi, kewalahan akibat minimnya air, membuat pihaknya terpaksa harus menyedot sisa-sisa air di parit untuk memadamkan kobaran api di sejumlah titik itu.

“Dari Uban ke Lobam, sumber air yang masyarakat dapatkan semua sudah kering. Kami cari sumber air di parit-parit yang bisa kami sedot. Kami kewalahan karena air juga nggak ada,” ucapnya.

Sumber air menjadi bagian terpenting dan kebutuhan utama pihak Damkar dalam menangani kebakaran. Namun sayangnya, kini pasokan air justru menipis.

Meski begitu, semangat Tim Damkar tak pernah padam. Kata dia, satu unit mobil damkar dengan muatan 5 ton dikerakan untuk memadamkan kobaran api tersebut.

“Pam sudah mati. Paling utama kan sumber air. Kalau nggak ada air, sulit padamin api. Yang bisa kami jangkau, yang bisa kami sedot, yah kami sedot. Selagi masih bisa. Tapi kami juga harus hati-hati karena nanti bakal berakibat fatal rusaknya pompa kami. Untuk padamkan kobaran api ini, kita ada 1 unit mobil damkar (4 ton), 1 mobil supplay air (5 ton). Saat ini kami masih di Lancang Kuning. Karena sesuai dengan semboyan kami; pantang pulang sebelum padam,” ujar Yodi.

*Kebakaran di Sejumlah Titik termasuk di Area PT Antam, Masyarakat Dihimbau Tidak Membakar Sembarangan*

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris BPBD Damkar Bintan, Agus Ariadi kepada Bataminfo disaat yang sama.

“Ada beberapa kejadian hari ini. Utara, Tengah dan Timur. Ada di Desa Lancang Kuning, di Tanjung Permai. Ada beberapa titik yang terbakar. Kawan-kawan Damkar itu melakukan penangangan yang berfokus ke warga. Jangan sampai kena ke rumah warga,”

Sosok yang akrab disapa Adi ini menyebut bahwa, dirinya sendiri menangani titik kebakaran lainnya termasuk di area PT Antam. Menurutnya, intensitas hujan yang rendah serta angin yang kencang menjadi pemicu kebakaran.

“Di area PT Antam juga. Saya lagi menangani yang di PT Antam. Ini sejak jam 1 tadi malam apinya hidup terus. Anginnya kuat. Kami nggak hanya dari malam takbiran, dari bulan 11 sudah penanganan kebakaran terus. Ditambah curah hujan kan minim,” ujarnya.

Adi mengungkapkan, pihaknya mengerakan 1 unit mobil pemadam. Kata dia, pihaknya juga tak kesulitan soal air karena suplay air cukup untuk memadamkan kobaran api di sekitar wilayah tersebut.

“Area PT Antam sudah 5 kali Damkar bolak balik memadamkan api. Sekarang sudah padam. Sekarang ke Dompak. Untuk areal PT Aneka Tambang itu ada 1 mobil yang masuk. Karena jalur mobil nggak bisa masuk. Jadi selang yang ditarik itu cukup panjang. Untuk di Bintan Timur kondisi suplai air masih aman karena ada kolom kolong 6 untuk ambil air. Beda dengan Wilayah Utara,” ucap dia.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Bintan dan Kepri secara keseluruhan agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, dengan tidak membakar secara sembarang.

“Pak Bupati sudah mengeluarkan surat edaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena angin kencang. Kita hanya menghimbau; jangan membakar lahan, jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan bakar-bakar sembarang. Jangan membakar sampah di area lahan kering. Tidak boleh buang puntung rokok sembarang. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita. Kalau ada apa-apa segera melapor,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, peristiwa ini segera berakhir dengan penanganan yang baik. Selain itu, mereka juga berharap, segera mendapatkan suplai air yang cukup agar dapat memadamkan sisa-sisa api, yang perlahan menghabiskan hutan di Kawasan terebut.