Bataminfo.co.id, Batam – Usai namanya disebut-sebut sebagai aktor central dan merupakan pihak yang diduga terlibat dalam praktik suap ke Pejabat Bea Cukai Rizal Fadillah dan Sisprian Subiaksono , PT Blueray Cargo yang berada di Kota Batam tampak sepi.
Dalam penelusuran Tim Redaksi Media Bataminfo, Blueray yang beralamat di Komplek Citra, Jl Harbour Bay No.37-38, Blok H, Jodoh, Batu Ampar ini terlihat tak lagi beroperasi.
Tampak, pintu utama Kantor tersebut pun tertutup rapat, dan tak terlihat aktivitas di dalamnya.
Salah seorang pekerja di Kawasan Harbour Bay menyebut, biasanya memang ada aktivitas (beroperasi). Namun dari pantauan tim media ini, aktivitas yang dimaksud tak terlihat.
“Iya, biasanya buka sih, tapi ini lagi tutup. kurang tau juga, tapi biasanya buka,” ucap singkat pria yang enggan menyebut namanya itu.
Sementara, terlihat dari balik kaca gelap, tampak sedikit berantakan.
Kendati demikian, salah seorang pegawai Blueray Cargo yang baru saja keluar dari pintu bagian samping kantor tersebut, saat ditanyai, ia membenarkan gedung itu merupakan Kantor Blueray Cargo.
Namun ia mengatakan, tak ada lagi aktivitas di gedung itu. Ia menyebut, aktivitas Blueray Cargo telah beralih di Kawasan industri di wilayah Batam Center.
“Kenapa? Iya betul ini Kantor Blueray. Tapi lagi tutup. Di sini nggak ada (tak ada lagi aktivitas). Udah di Tunas Batam Center,” ungkap pegawai tersebut.
Untuk diketahui, nama Blueray Cargo mulai mencuat usai adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang melibatkan banyak pihak, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang impor ini.
Bersamaan dengan nama Instansi besar, Bea Cukai yang juga ikut terseret dalam kasus ini.
Dengan modus melewati jalur hijau, Bea Cukai bahkan diduga meloloskan berbagai komoditas tanpa pemeriksaan fisik yang ketat.
Benarkah, Kantor Blueray Cargo yang semula beralamat di Kawasan Harbour Bay telah berpindah ke Kawasan Industri Tunas? Atau ini hanya strategi khusus?











