Bataminfo.co.id, Bintan – Sejarah selalu meninggalkan cerita di setiap jejak langkah yang dilalui. Dari sebuah desa kecil bernama Numbing, lahirlah perjalanan panjang pembinaan karate yang kini menembus panggung nasional.
Perguruan Karate GOKASI di Desa Numbing mulai dirintis pada tahun 2011 oleh Sensei Safaruddin Pakpahan, S.Pd, yang saat itu bertugas sebagai Guru Olahraga di SMAN 1 Bintan Kelas Jauh Numbing. Dari tangan dan dedikasi beliaulah berdiri sebuah dojo sederhana, Dojo Desa Numbing, yang menjadi tempat lahirnya atlet-atlet karate dengan disiplin tinggi, mental juang, dan semangat prestasi.
Kini, Sensei Safaruddin Pakpahan mengabdi sebagai Guru Olahraga di SMA Negeri 2 Bintan Pesisir, Desa Kelong. Meski demikian, jejak pengabdiannya di Desa Numbing tetap hidup. Dojo yang dirintisnya telah melahirkan atlet, pelatih, dan wasit yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Karate bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang masa depan. Melalui prestasi olahraga, para atlet didorong untuk melanjutkan pendidikan dan membangun karier. Salah satu murid beliau, Febry Riansyah, S.Pd, kini mengikuti jejak sang guru sebagai pelatih karate.
Pada tahun 2026, Febry Riansyah mendapat amanah besar dengan berkolaborasi bersama Rezky Damar Surya, pelatih dari keluarga besar Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, untuk mendampingi dan membawa Tim Atlet Karate GOKASI Kepulauan Riau berlaga di Kejuaraan Nasional Perguruan Karate GOKASI yang diselenggarakan di Provinsi Jambi (Batanghari) pada 16–18 Januari 2026.
Dalam ajang bergengsi tersebut, Tim GOKASI Kepulauan Riau menurunkan 7 atlet yang bertanding di 10 kelas kategori Kata dan Kumite. Meski dengan jumlah atlet yang terbatas, tim berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan raihan 8 medali, terdiri dari 2 emas, 4 perak, dan 2 perunggu, serta menempati peringkat 7 dari 13 DPD Provinsi peserta kejuaraan.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet GOKASI Kepulauan Riau mampu bersaing di tingkat nasional, bukan karena jumlah, melainkan karena kualitas, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.
“Saya berharap apa yang diraih para atlet hari ini tidak membuat mereka cepat puas. Prestasi ini adalah langkah awal, bukan akhir. Teruslah berlatih, berproses, dan berjuang,” ujar Febry Riansyah, S.Pd, Pelatih Karate GOKASI Kepulauan Riau.
Ia juga menegaskan bahwa perjuangan atlet tidak akan berjalan sendiri. Peran pelatih, dukungan orang tua, serta perhatian pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar atlet-atlet berprestasi memiliki jalan yang lebih baik untuk berkarier di dunia olahraga, khususnya cabang bela diri karate.
Dari Desa Numbing menuju Kejurnas, dari dojo sederhana menuju panggung nasional—sebuah bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari mana saja, selama ada ketulusan untuk membina dan keberanian untuk berjuang.











