Batam  

Aksi Demo Air Bersih di Batam Viral, Sikap Pimpinan BP Batam Disorot Netizen

Avatar photo

Btaminfo.co.id, Batam – Aksi unjuk rasa terkait krisis air bersih di Kota Batam mendadak viral di media sosial. Dalam video yang beredar luas, terlihat Wakil Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, tampak marah saat menghadapi massa pendemo.

Dalam rekaman tersebut, salah satu orator warga dinilai menyampaikan pernyataan yang bersifat serangan personal terhadap Amsakar Achmad serta Li Claudia Chandra, Wakil Kepala BP Batam lainnya.

Terdengar Amsakar Achmad menegur orator dengan ucapan,

“Bapak jangan menyerang personal, Pak Samsudin,” ujar Amsakar dari atas mobil orasi.

Namun, orator pendemo membantah tudingan tersebut dengan menimpali,

“Tidak ada menyerang personal, Pak.” ujar pendemo.

Menarik perhatian publik, Amsakar Achmad kemudian turun langsung dari mobil orasi dan menghampiri pendemo untuk memberikan tanggapan secara langsung.

Sikap ini menuai beragam respons, sebagian menilai tindakan tersebut kurang pantas dalam situasi aksi massa yang sedang memanas.

Tak hanya itu, dalam video yang sama, sikap Li Claudia Chandra juga menjadi sorotan. Ia terlihat merebut mikrofon saat Amsakar Achmad tengah memberikan tanggapan pendemo.

Tindakan tersebut dinilai oleh sejumlah pihak tidak pantas secara etika, terutama di hadapan publik dan massa aksi.

Peristiwa ini pun memicu gelombang komentar dari warganet Batam di berbagai platform media sosial. Banyak netizen menyayangkan sikap para pejabat dan menilai respons tersebut tidak mencerminkan empati terhadap keresahan masyarakat.

Salah satu komentar netizen menulis “Mau jadi pejabat kok marah. Rakyat cuma minta air, itu wajar. Sebagai pejabat ya cari solusi dan gerak cepat, jangan pakai janji. Contohi pejabat di Jawa Barat, KDM, selesaikan masalah pakai menit, bukan pakai bulan.” komentar warganet batam.

Sementara itu dalam siaran pers resmi dari bp batam, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra dan jajaran menemui langsung masyarakat Kelurahan Tanjung Sengkuang yang melakukan aksi penyampaian aspirasi, Kamis (22/1/2025).

Kehadiran Amsakar dan jajaran BP Batam bertujuan untuk mendengarkan secara langsung tuntutan masyarakat sekaligus memberikan penjelasan terbuka terkait upaya penyelesaian persoalan distribusi air bersih di Kota Batam.

Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan tuntutan utama, yakni percepatan aliran air bersih ke seluruh wilayah Batam, serta distribusi air yang adil.

Menanggapi hal itu, Amsakar menyampaikan penjelasan secara lugas di hadapan massa. Ia menegaskan bahwa BP Batam tidak pernah membedakan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

“Azaznya berkeadilan. Tidak ada perbedaan pelayanan air bersih,” tegas Amsakar.

Namun demikian, Amsakar mengakui masih terdapat beberapa wilayah yang masuk kategori stress area dalam distribusi air bersih, termasuk Kelurahan Tanjung Sengkuang.

Menurutnya, kondisi tersebut terus menjadi perhatian utama BP Batam.

“Area-area tersebut setiap hari kami tangani dengan langkah-langkah cepat. Distribusi terus kami upayakan sebagai bentuk komitmen kami kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebagai langkah darurat, BP Batam telah mengerahkan armada tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Distribusi air melalui tangki akan terus dilakukan hingga pasokan air bersih kembali normal.

“Kami akan terus dorong distribusi tangki air langsung ke rumah-rumah warga apabila terjadi kekurangan,” kata Amsakar.

Ia menegaskan, BP Batam tidak pernah menunda penyelesaian persoalan air bersih.

Amsakar memastikan seluruh jajaran pimpinan terus bekerja untuk menuntaskan permasalahan tersebut.

“Yang terpenting bagi saya dan jajaran adalah memperjuangkan amanah masyarakat. Itu yang kami lakukan setiap hari,” pungkas Amsakar.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap kooperatif dan mendukung langkah-langkah pemerintah agar persoalan distribusi air bersih di Batam dapat segera diselesaikan secara berkelanjutan.

“Kami butuh dukungan semua pihak agar solusi yang sedang dan akan dijalankan dapat berjalan optimal,” ujarnya. (***)