Rumah Warga Ambruk di Kijang, Listrik Sempat Berasap, Warga Desak Respons Cepat Pemerintah

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Bintan— Musibah menimpa warga Kampung Keke, Kijang, Kota Bintan Timur. Sebuah rumah milik Aisyah, warga RT 05/RW 11 Gang Selar, dilaporkan roboh atau ambruk pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, ambruknya rumah itu tidak hanya meluluhlantakkan bangunan utama hingga rata dengan tanah, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada rumah tetangga di sisi kiri dan kanan. Beberapa tiang rumah warga sekitar dilaporkan retak dan mengalami kerusakan struktural, sementara dinding rumah tetangga terlihat mulai merekah.

Warga sekitar sontak berdatangan ke lokasi kejadian begitu rumah tersebut ambruk. Kondisi bangunan yang telah rata dengan tanah memicu kekhawatiran akan potensi bahaya lanjutan, terlebih saat aliran listrik diketahui masih aktif.

Melihat situasi tersebut, warga berinisiatif menghubungi petugas PLN untuk segera mematikan aliran listrik. Langkah cepat ini dinilai krusial, mengingat sempat muncul asap dari KWH meter rumah yang ambruk, yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan permukiman padat itu.

“Alhamdulillah, petugas PLN cepat datang dan langsung mengamankan aliran listrik. Kalau terlambat sedikit saja, bisa saja membahayakan rumah-rumah lain yang jaraknya sangat dekat,” ujar wawan saat berada di lokasi.

Salah satu warga terdampak, Febri Riansyah, yang juga tinggal bersebelahan dengan rumah yang ambruk, meminta perhatian serius dan respons cepat dari pemerintah setempat. Ia menilai, musibah ini tidak boleh dibiarkan berlarut tanpa kejelasan solusi.

“Kami berharap ada tanggapan cepat. Ibu Aisyah kehilangan tempat tinggal, dan kami sebagai tetangga juga ikut terdampak. Kami minta Kelurahan, Kecamatan, hingga dinas terkait segera turun tangan, berkoordinasi, dan memberi solusi nyata, karena rumah saya juga mengalami kerusakan menengah,”tegas Febri.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah, baik berupa bantuan darurat, pendataan kerusakan, maupun solusi jangka pendek agar korban tidak dibiarkan menghadapi musibah ini sendirian.

Musibah ini kembali menjadi pengingat pentingnya kehadiran negara dalam situasi darurat warga, terutama di kawasan permukiman padat yang rawan risiko lanjutan.

(Budi)