Terdakwa Kasus Penganiayaan PRT Divonis hari ini, Romo Paschal: ini Brutal, biar jadi Efek Jera

Avatar photo
Ket Foto : Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP), Romo Paschal | dok.Non/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP), Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus mengungkapkan bahwa, pihaknya menghormati putusan hakim dalam persidangan kasus penganiayaan Majikan kepada Asisten Rumah Tanggan (ART)nya, yang akan kembali digelar hari ini, di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Kendati menghormati keputusan hakim nantinya, namun pihaknya mengharapkan keputusan tersebut harus dibuat seadil-adilnya, mengingat kasus ini tergolong kasus berat yang telah cukup merugikan korban.

“Saya yakin dan menyerahkan itu pada Hakim untuk memberikan keputusan yang adil. Semua tahap sudah berjalan dengan baik. Kedua, hal yang pling penting adalah, apapun nanti hukumannya, kebenaran itu tidak pernah bisa dibatalkan dengan langkah hukum itu,” ungkap sosok yang akrab disapa Romo Paschal saat dikonfirmasi pada Senin, (8/12/25).

Dengan melewati proses hukum yang cukup panjang, kasus kekerasan fisik yang dilakukan oleh seorang Majikan bernama Roslina dan Merlin (sepupu korban) terhadap Gadis Sumba bernama Intan tampak bakal berakhir dalam sidang beragendakan pembacaan putusan vonis terhadap terdakwa (Roslinan dan Merlin).

Menurut Romo Paschal sebagai pendamping korban, kasus yang menimpa Gadis Sumba ini, Ia sebut brutal karena dinilai sangat tidak manusiawi.

“Hari ini pasti akan ada putusan yang adil untuk intan atas penganiyaaan dan kejahatan brutal yang dilakukan oleh Roslina dan Merlin,” ucapnya.

Romo menegaskan, kebenaran yang akan terungkap dalam putusan hakim di Pengadilan Negeri (PN) Batam hari ini, sekaligus menjadi jalan untuk membuka tabir gelap yang kerab dialami oleh para Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Kota Batam.

“Kebenaran dan fakta persidangan itu bisa membuka mata kita semua tentang gelapnya praktek-praktek kekerasan terhadap pekerja rumah tangga, dan membuka mata hati kita bahwa betapa kekuasaan itu terlalu sering dipakai untuk menyakiti mereka yang lemah,” tegas Romo.

Ia dan pihak keluarga korban berharap, dengan adanya keputusan yang adil hari ini dapat menjadi efek jera dan pelajaran bagi banyaknya pelaku-pelaku kekerasan diluar sana terhadap kaum-kaum lemah.

“Kita menghormati proses hukum, dan tentu mengharapkan suatu keputusan yang baik, dan paling penting bahwa ini harus jadi efek jera bagi yang lain, agar pelaku-pelaku kekerasan dalam rumah tangga mulai berpikir bahwa memang tidak boleh melakukan kekerasan dalam bentuk apa saja pada pekerja rumah tangganya, terutama mereka yang lemah,” tuturnya.