Bataminfo.co.id, Batam — Ketua Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (PKSS), Ahmad Rosano, menegaskan sikap tegasnya terhadap pemberitaan sejumlah media nasional yang dinilainya mencemarkan nama baik.
Rosano hadir di Kantor Bea dan Cukai Batam untuk memberikan klarifikasi, sekaligus meluruskan tudingan yang menyebut dirinya sebagai “pemain impor beras ilegal”.
Dalam pernyataannya kepada Bataminfo, Rosano menuturkan bahwa pemanggilannya oleh Bea Cukai berkaitan dengan dua video yang sempat beredar—video awal dan video permintaan maafnya kepada Menteri Pertanian.
Ia menegaskan, klarifikasi itu dilakukan agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang berkembang melalui pemberitaan.
“Saya Akan Tuntut Kompas.com dan Media Nasional Lain”Dengan nada tegas, Rosano menyatakan keberatannya terhadap pemberitaan media nasional, khususnya Kompas.com, yang menuliskan bahwa dirinya merupakan pemain impor beras ilegal.
“Media nasional, kompas.com itu akan saya tuntut. Saya tidak pernah, dan tidak ada bukti saya dinyatakan sebagai pemain pengimpor beras seperti yang mereka tulis. Itu pencemaran nama baik saya.
”Rosano mengaku keberatan karena pemberitaan tersebut menyeret namanya tanpa dasar yang jelas. Menurutnya, jika merujuk pada rilis yang disebut-sebut bersumber dari Kementerian Pertanian, maka Kementan juga harus bertanggung jawab atas pencatutan namanya.
“Kalau memang rilis itu resmi dari Kementan, saya juga akan tuntut Kementan. Dari mana dasar buktinya? Kalau saya pemain beras impor, buktikan, tahan dan penjarakan saya saat ini.
Saya siap dipenjarakan kalau saya memang melakukan impor ilegal.
”Bantah Keras Terlibat Impor Beras dan Singgung Nama Presiden”
Rosano menegaskan bahwa selama empat periode mendampingi Presiden Prabowo Subianto, ia selalu menjaga kehormatan dan nama baik sang presiden.
“Tidak mungkin beras dilarang impor, saya malah melakukan impor. Saya tetap setia kepada Presiden Prabowo.
Foto saya dengan Pak Presiden itu dipelintir seolah saya pemain beras impor ilegal. Itu sudah melebar ke mana-mana.
”Ia menilai pemberitaan yang menyandingkan fotonya bersama Presiden Prabowo dengan tudingan sebagai pemain beras impor ilegal sangat merugikan dan menyesatkan publik.
“Saya Tidak Ada Hubungan dengan Pemain Beras di Batam”Rosano juga memastikan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki relasi bisnis dengan pihak manapun terkait aktivitas perdagangan beras di Batam.
“Saya tidak ada hubungan dengan pemain beras apa pun di Batam. Tidak ada sama sekali.
”Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam memberikan dukungan kepada Haji Sage, yang belakangan disebut-sebut dalam polemik beras impor, semata-mata karena alasan kemanusiaan.
“Saya membela Pak Haji Sage karena beliau penasihat kami di PKSS. Tidak ada kepentingan lain selain hubungan kemanusiaan.
”Tantang Kementan untuk Buktikan Tuduhan”
Di bagian akhir pernyataannya, Rosano kembali menegaskan bahwa jika benar Kompas.com menulis berdasarkan rilis resmi Kementerian Pertanian yang menyebut dirinya sebagai pemain impor beras ilegal, maka ia siap mempertanggungjawabkan semuanya, termasuk kemungkinan dipenjara.
“Jika benar rilis itu dari Mentan dan nama saya disebut tanpa putusan pengadilan, saya siap hari ini dijebloskan ke penjara, tidak usah BAP. Tinggal buktikan saja, kalau memang benar itu rilis resmi mereka.
”Dengan sikap tegas dan lantang, Ahmad Rosano menegaskan dirinya siap mengambil langkah hukum terhadap pemberitaan yang menurutnya tidak berdasar. Ia juga menyerukan agar setiap institusi negara maupun media berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum melalui verifikasi hukum.
Berita ini akan terus diperbarui sesuai perkembangan klarifikasi dan langkah hukum yang akan diambil oleh Ahmad Rosano.











