‎Kementerian Transmigrasi Melalui Direktorat P3UT Secara Resmi Buka Kegiatan Kurasi Produk dan Digitalisasi di Kawasan Transmigrasi Barelang

Avatar photo
dok BI


‎Bataminfo.co.id, Batam-   Kementerian Transmigrasi melalui Direktorat P3UT secara resmi membuka dua kegiatan utama di kawasan transmigrasi Barelang (Batam-Rempang-Galang) di Barelang Seafood, Rabu(19/11/25).Kegiatan ini difokuskan pada Kurasi Produk dan Digitalisasi dalam upaya meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.

‎Direktur P3UT, Widarjanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian berkelanjutan (berseri) dari program yang telah dilaksanakan minggu sebelumnya, yaitu Pameran Produk Ekspor dan Investment Week.

‎“Intinya adalah bagaimana kita mendayagunakan sumber daya yang ada di kawasan transmigrasi Barelang untuk tumbuh bersama menjadi salah satu kegiatan yang bisa diunggulkan. Tujuannya tentu untuk meningkatkan pendapatan dari para transmigran dan penduduk setempat,” ujar Widarjanto.

‎Program yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan total 70 pelaku usaha dari kawasan transmigrasi Barelang, dengan pembagian:

‎40 peserta fokus pada program Digitalisasi.35 peserta mengikuti sesi Kurasi Produk.

‎Widarjanto menegaskan bahwa seluruh peserta berasal dari kawasan transmigrasi Barelang.

‎Dalam menghadapi era digital, Widarjanto memastikan bahwa infrastruktur di lokasi kegiatan sudah sangat memadai.

‎”Di sana itu sudah bagus. Jadi, internetnya sudah bagus, tidak ada masalah. Saya sudah coba upload dan share, itu cepat,” terangnya.

‎Selain pembekalan materi untuk memenuhi syarat agar produk bisa masuk ke platform digital besar seperti Tokopedia dan Shopee, kegiatan ini juga diperkuat dengan pendampingan langsung.

‎“Kita mendatangkan teman-teman Transmigrasi Patriot yang juga mendampingi. Mereka diterjunkan dari perguruan tinggi-perguruan tinggi terkenal di Jawa untuk masuk ke Barelang, untuk mendampingi mereka,” jelas Widarjanto.


‎Widarjanto berharap melalui kegiatan ini, pelaku usaha dapat meraih manfaat maksimal.


‎“Semoga pelaku usaha itu bisa terbuka wawasannya, bertambah ilmunya, bertambah jaringan. Supaya wawasannya, pemikirannya, inovasinya juga bertambah dan terbuka untuk memasarkan, untuk membuat produk-produk mereka itu dapat berjalan dengan baik,” tutup Widarjanto.


‎Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim yang turut hadir dalam pembukaan tersebut menegaskan bahwa berbagai program di dinasnya, baik dari Kementerian, Provinsi, maupun Pemerintah Kota, secara spesifik menyasar pelaku usaha mikro dengan target utama untuk membantu UMKM naik kelas.


‎Salim, yang baru menjabat tiga bulan di dinas tersebut, melaporkan bahwa sejumlah kendala masih dihadapi oleh para pelaku UMKM di Batam, yang menjadi fokus penanganan program:

‎Kendala Utama UMK

‎Tata Kelola: Permasalahan dalam tata kelola kelembagaan, manajemen, dan pengelolaan usaha

‎Permodalan: Keterbatasan akses dan kemampuan permodalan.

‎Perizinan: Kendala dalam pengurusan izin usaha.

‎Pemasaran: Tantangan dalam memperluas jangkauan pasar produk.

‎Bahan Baku: Kesulitan mendapatkan bahan-bahan lokal.

‎”Untuk mengatasi kendala ini, Dinas Koperasi dan UKM Batam memaksimalkan keberadaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). ‎Gedung PLUT disiapkan untuk mempromosikan dan mendisplay produk unggulan UMKM Batam,” ungkapnya

‎Ia juga menyebut Pemerintah juga menyiapkan Tenaga Konsultan. Disediakan lima konsultan khusus untuk pendampingan, mencakup perizinan seperti NIB, HAKI, Halal, PIRT, hingga pengurusan BPOM.

‎Program “PLUT Menyapa”: Dinas secara aktif menjemput bola melalui program ini, di mana konsultan mendatangi kelurahan untuk membantu pelaku UMKM yang masih berada di tahap awal, terutama dalam hal perizinan.

‎”Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam juga melaksanakan kegiatan Kurasi Produk dengan bekerja sama bersama pihak-pihak terkait untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi,” pungkasnya