Bataminfo.co.id, Batam – Pihak Keluarga ungkap fakta baru tewasnya seorang pekerja di PT Lestari Ocean Indonesia, Sungai Lekop Sagulung, Kota Batam.
Pasalnya, dalam pemberitaan sebelumnya, pekerja bernama lengkap Ignasius Kornelius (47) dinyatakan meninggal dunia saat ditemukan oleh Tim SAR akibat terjatuh dari tongkang.
Namun, hal itu dibantah oleh pihak keluarga saat diwawancarai oleh Tim Redaksi Bataminfo.
Robert, salah satu kerabat korban menjelaskan bahwa kronologi kejadian yang dialami oleh korban, melalui salah satu rekan korban yang bekerja di PT tersebut.
Ia mengungkapkan, korban dan beberapa rekannya hendak menurunkan tongkang ke laut. Namun, ada sebuah alat yang tersangkut pada bagian bawah tongkang. Sehingga korban menyelam untuk menggeserkan alat tersebut, tetapi tanpa menggunakan alat pengaman atau pelindung.
Robert menyebut, korban adalah seorang supervisior di perusahan tersebut. Korban dan rekannya diketahui tak diberi alat pelindung saat menyelam. Sehingga mengalami kecelakaan hingga nyawanya tak tertolong.
“Jadi, ceritanya, mereka mau menurunkan tongkang di laut. Tapi ada balon yang tersangkut. Batang itu masih di bawa. Jadi mereka selam, mau keluarkan balon itu. Tapi selam manual aja, tanpa alat safety. Karena jabatannya sebagai supervisor di situ, jadi ikut selam juga. Tapi mereka selam tanpa alat safety. Ada sekitar lima orang. Tak ada pakai alat oksigen juga. Manual aja,” jelas Robert.
Ia menerangkan, pihak PT tak menjediakan alat safety untuk para pekerja. Meski telah diminta oleh korban, namun alat safety tersebut baru dipesan saat itu.
“Mungkin dua hari yang lalu tongkang diturunkan. Menurut info yang saya dapat dari adek yang kerja disana, Abang itu (korban) sudan minta alat untuk selam. Cuma barang itu baru diorder hari itu. Makanya tak ada pake oksigen juga, hanya selam manual. Dia kerja sektar 6 atau 7 bulan,” jelasnya.
Pihaknya menilai, Perusahan telah lalai dalam hal penyediaan alat pengaman bagi pekerjanya hingga mengakibatkan tewasnya korban saat bekerja.
Selain itu, Robert juga mengatakan, pihaknya sangat menyangkan terkait sikap cepat tanggap dari PT tersebut yang dinilai lambat dalam melalukan upaya penyelamatan terhadap pekerjanya.
“Perusahaan ini sangat bobrok. Tak ada alat pelindung diri bagi karyawan. Kenapa safety tak ada saat geser tongkang. Parahnya lagi, saat kami ke sana, sekitar jam 1 siang itu kejadiannya. Kami baru mengetahui sekitar jam 3. Jam 1-3 itu tak ada tim penyelamat yang mengevakuasi korban,” katanya.
Lagi kata dia, “Kami datang untuk minta masuk, malah ditahan sama security, dengan alasan, sudah ada tim penyelamat untuk menyelamatkan. Taunya saat kita masuk ke dalam, ternyata tak ada tim penyelamat satu orangpun. Kami sangat sesalkan ini,” sambungnya.
Korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Almarhum Ignasius diketahui berdomisili di salah satu Perumahan di Tanjung Uncang, Batam.
“Ada Istri dan anaknya dua. Mereka tinggal di Perumahan Putra Jaya Tanjung Uncang. Di Batam udah lama. Anak pertamanya kelas 1 SMP, anak kedua masih kecil, belum sekolah,” tuturnya.
Kata dia, Jenazah korban saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. “Lagi di otopsi di RS Bhayangkara,” ujarnya.











