‎Pengabdian Polibatam Hadirkan Sistem Informasi Digital untuk Muhammadiyah Batam Kota

Avatar photo
Dok polibatam

Bataminfo.co.id, Batam – Ditengah era serba digital seperti sekarang, organisasi keagamaan pun mulai melangkah maju mengikuti perkembangan teknologi. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Batam Kota menjadi salah satu contoh nyata bagaimana inovasi digital bisa dihadirkan ke tengah masyarakat melalui sinergi kampus dan komunitas.

Bermula dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi oleh Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Batam (Polibatam), para dosen dan mahasiswa berkolaborasi untuk menjawab kebutuhan riil di lingkungan organisasi Muhammadiyah. Hasilnya: sebuah sistem informasi digital berbasis web yang kini aktif digunakan untuk mengelola administrasi dan aktivitas PCM Batam Kota.

Sistem ini tidak hanya mencatat keanggotaan dan kegiatan organisasi, tetapi juga membantu pencatatan laporan keuangan, dokumentasi kegiatan, hingga menyebarkan informasi penting secara real-time kepada seluruh anggota. Salah satu fitur unggulan adalah pelaporan donasi untuk pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah Batam Kota, yang kini dapat dipantau dengan lebih transparan dan akurat.

Menurut Ketua PCM Batam Kota, Sutrisno, kehadiran sistem ini membawa angin segar dalam manajemen organisasi.

Kami sangat terbantu. Dulu, banyak data masih manual dan tercecer. Sekarang semua serba terpusat dan bisa diakses kapan saja. Koordinasi antarbagian jadi lebih cepat, dan semuanya terasa lebih profesional, ujarnya dengan antusias.

Proyek ini bermula dari sesi diskusi dan identifikasi kebutuhan antara tim Polibatam dan pengurus Muhammadiyah. Setelah memahami permasalahan di lapangan, tim kemudian merancang sistem yang mudah digunakan, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Prosesnya pun tidak sebentar: mulai dari desain antarmuka, pemrograman sistem, uji coba, hingga pelatihan kepada para pengguna.

Ahmadi Irmansyah Lubis, S.Kom., M.Kom., selaku ketua tim pengabdian, menyebut bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi kampus dalam membangun masyarakat berbasis teknologi.

“Kami ingin teknologi tidak hanya berkembang di kota besar atau sektor bisnis saja. Organisasi keagamaan, sosial, dan komunitas juga punya hak untuk menikmati kemudahan yang sama. Lewat kerja sama ini, kami ingin mendekatkan teknologi ke kehidupan masyarakat sehari-hari,” jelasnya.

Menariknya, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis. Mereka ikut serta dalam setiap tahap, mulai dari merancang hingga mengimplementasikan sistem di lapangan. Hal ini memberikan pengalaman berharga yang tidak didapatkan di kelassebuah pelajaran hidup tentang pentingnya empati, komunikasi, dan solusi berbasis kebutuhan nyata.

Salah satu mahasiswa yang terlibat mengaku bahwa proyek ini mengubah cara pandangnya terhadap teknologi.

“Biasanya kami membuat aplikasi hanya untuk tugas kampus. Tapi kali ini, sistem kami benar-benar dipakai dan dibutuhkan orang banyak. Rasanya beda sekali,” ucapnya.

Sejak diluncurkan pada awal Oktober lalu, sistem ini mulai merekam aktivitas organisasi secara digital. Semua kegiatan terdokumentasi dengan baik, dan laporan keuangan kini dapat disusun dan dipantau dengan lebih rapi dan akurat. Hal ini memberi dampak besar, tidak hanya bagi pengurus, tapi juga bagi para anggota yang kini bisa mengikuti perkembangan organisasi dengan lebih mudah.

Ke depannya, sistem ini akan terus dikembangkan dan disempurnakan agar semakin sesuai dengan dinamika dan kebutuhan organisasi. Polibatam pun membuka peluang kerja sama serupa dengan lembaga lain yang ingin mengadopsi teknologi dalam tata kelola mereka.

Melalui pengabdian seperti ini, kampus bukan hanya menjadi tempat belajar, tapi juga agen perubahan. Dan lewat tangan para dosen dan mahasiswa, teknologi informasi bisa menjadi jembatan menuju masyarakat yang lebih tertib, efisien, dan transparan.