Masalah Lahan, Warga Baloi Kolam Saling Padamkan Listrik

Avatar photo
Ket Foto : Sejumlah rumah di RT 03, Baloi Kolam dipadamkan secara sepihak hingga sempat memicuh perdebatan | dok.Non/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Warga di RT 03, Baloi Kolam, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam mengungkapkan alasan sesama perseteruan warga pada Minggu malam.

Salah seorang warga yang enggan menyebut namanya, kepada Media Bataminfo, Senin 7 April kemarin, dirinya mengungkapkan bahwa, Ia sempat berseteru dengan warga lainnya karena listrik di rumahnya yang dipadamkan secara tiba-tiba.

“Saya merasa nggak terima lah, kok lampu rumah saya diputusin tiba-tiba. Yang mutusin pun bukan yang punya lampu, tapi warga juga. Akhirnya kita ribut,” kata dia.

Ia menyebut, warga yang ribut di sekitar rumahnya itu, berjumlah puluhan orang. Ia menduga, warga lain yang memutuskan listrik di rumahnya itu tak terima karena mengetahui dirinya menerima tawaran pihak Perusahaan yang diketahui akan membebaskan lahan tersebut.

“Kan, kami sebagian warga sudah daftar untuk terima yang dari PT Alvinky. Sebelumnya itu sudah disosialiasikan ke warga sini. Ada dua RT (RT 03 dan 10) yang mau dibebaskan. Mungkin, warga yang tidak mendaftar ini tak senang. Jadi seenaknya putusin lampu kami. Padahal mereka tidak ada hak untuk melakukan itu. Malah kita dianggap pengkhianat. Padahal sudah disosialisasi,” ujarnya.

Dia menerangkan, warga di lokasi itu telah menerima sosialisasi oleh pihak PT Alvinky sebelumnya terkait ganti rugi sebesar 35 juta rupiah. Kata dia, sebagian warga yang mana berjumlah ratusan kepala Keluarga (KK) warga yang tinggal di lahan tersebut telah mendaftarkan diri untuk menerima tawaran pihak PT.

“Karena udah disosialisasi juga. Sebelumnya PT mau kasih 30 juta aja. Tapi akhirnya naik jadi 35 juta. Cuman baru beberapa warga saja yang sudah daftar,” kata dia.

Warga ini menyebut, di rumahnya sendiri, listrik telah dipadamkan sejak Minggu. Sementara berdasarkan informasi yang diperoleh Bataminfo dari warga setempat, ada beberapa rumah yang listriknya telah dipadamkan sejak Jumat, 4 April lalu.

Ia mengatakan, telah melaporkan hal itu ke Polresta Barelang dengan harapan untuk ditindak lanjuti.

Terpantau, sejumlah Personil Kepolisian tampak berjaga di jalan masuk ke arah lokasi tersebut.