Bataminfo.co.id, Batam – Parlindungan, seorang Tukang Ojek Online Aplikasi Maxim yang merupakan korban penggelapan sepeda motor mengaku sempat tak menaruh rasa curiga terhadap pelaku berinisial SS.
Ia menyebut, sejak awal saat dimintai tolong oleh si pelaku, dirinya tanpa curiga sigap membantunya.
“Aku nggak ada berburuk sangka sama dia. Jadi aku kasih aja kunci motor. Saya nggak ngerasa di hipnotis. Pokoknya dari awal aku nggak ada buruk sangka sama sekali,” ungkapnya saat dimintai keterangan oleh awak media di Lobi Polresta Barelang pada Senin, (7/4/25).
Kepada awak media, Parlindungan menceritakan kronologi dirinya berjumpa dengan tersangka, hingga motornya dibawa kabur oleh tersangka.
“Kemarin saya mangkal di indomart SP, Batu Aji. Saat mangkal, dia datang lalu bilang; Pak, bisa pesan offline tak? Lalu saya tanya, mau kemana Pak? Lalu saya pikir, yah sekalian bale (pulang). Habis itu saya antar. Lalu dia bilang, Pak Sholat dulu lah yah. Tunggu dikit di parkiran. Habis itu dijumpanya lagi,” kata dia.
Sambungnya lagi, “Dia minta uang 150 ribu. Sebelumnya dia mau pinjam duit 100 ribu. Kubilang, untuk apa duit itu? Dia bilang untuk infaq. Aku bilang cuma ada 12 ribu. Karena baru narik. Diambilnya dari tanganku 2 ribu. Habis itu berangkat ke Masjid Raya Batam Center. Pas di Lampu Merah Simpang Kabil, dia bilang Pak kita cari makan lah dulu, lapar. Lalu saya cari di Legenda Malaka,” jelas Parlindungan.
Kemudian, Ia menjelaskan, Pelaku bukannya memesan makan di warung tersebut, Ia malah meminta bakso kepada korban (Driver Online Maxim). Pelaku kemudian dengan santai meminjam kunci motor korban lalu dibawa pergi.
“Pas di Parkir, saya bilang pesanlah apa yang bapak mau. Habis itu, pesan nasi, teh obeng dan rokok entah dari mana. Terus dia bilang, sebenarnya aku pengen bakso lah bang. Bisa pinjam kunci motormu? Aku nggak ada berburuk sangka sama dia. Jadi saya kasih aja,” ujar Korban.
Ia mengungkapkan, baru menyesal ketika tersangka telah pergi dengan membawa sepeda motor miliknya yang digunakan untuk mengais nafkah setiap hari.
“Setelah saya kasih, saya makan, lalu saya minum, baru saya ngerasa menyesal. Kenapa saya kasih kunci ke dia. Saya cari ke luar nggak ada, ke tempat bakso nggak ada. Saya panik karena mikir harus kejar motor, bayar nasi,” ucapnya.
Tak lama kemudian, seorang rekannya yang juga merupakan Driver Maxim datang. Parlindungan lalu menceritakan kronologi kejadian itu dan meminta bantuan kepada temannya untuk melaporkannya kepada pihak berwajib.
“Tiba-tiba datang kawan driver, saya minta tolong sama dia untuk antarkan saya ke Polsek Batam Kota. Alhamdulilah, Bapak-bapak di sana sigap merespon saya. Motor saya itu udah lunas. Sebelumnya saya kerja di galangan kapal,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Parlindungan juga mengingatkan sesama Driver Online untuk tetap berhati-hati.
“Untuk teman-teman driver, ini jadi pelajaran, tetaplah berhati-hati,” pungkasnya.











