Bataminfo.co.id, Batam – Pengurus Pekumpulan Pemandu Acara (PERWARA) Indonesia resmi dikukuhkan pada Jumat, 24 Januari 2025 di Atrium Mega Mall Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI).
Organisasi Profesi yang sebelumnya dibentuk dengan nama Perkumpulan Pembawa Acara (PERWARA) Kota Batam ini, kini telah resmi dinahkodai oleh M Sya’ban Al buchari sebagai Ketua Umum dengan nama baru yakni, PERWARA Indonesia, masa bakti 2024-2029.
Seluruh Pengurus Perwara Indonesia dilantik secara resmi oleh Buralimar selaku Dewan Pembina Perwara Indonesia. Acara pengukuhan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh sebagian besar Pengurus dan Anggota Perwara Indonesia.
Ketua Umum terpilih Perwara Indonesia, Sya’ban dalam sambutannya mengatakan bahwa, dirinya bersyukur dapat diberi kepercayaan untuk memegang amanat menjadi nahkoda bagi kapal besar Perwara Indonesia untuk periode ini.
“Alhamdulilah. Kedepan, Perwara lebih luar biasa lagi di kaca nasional. Insya Allah, saya akan mulai dari nol. Saya akan menjadi Hero (pahlawan) kedepan untuk memajukan Perwara Indonesia. Jangan hanya naik panggung saja, namun berkaryalah untuk Perwara Indonesia, sehingga Perwara dapat dikenal oleh di kanca nasional. Kawan-kawan yang punya relasi, punya teman yang ada di provinsi Kepri ataupun di luar, monggo silakan kenalkan Perwara Indonesia. Kita bisa melakukan tour ke Indonesia nanti,” ujar Sya’ban.
Sya’ban juga meminta kepada seluruh Pengurus untuk terus semangat dalam membangun serta menjaga relasi dengan semua elemen masyarakat dan berupaya untuk menjadi jembatan dengan tetap menjaga komunikasi yang efektif.
“Keberadaan Perwara Indonesia memiliki peran strategi di tengah dinamika industri kreatif. Untuk menjaga esensi komunikasi yang efektif, menghadirkan hiburannya yang berkelas serta menyampaikan pesan-pesan yang bermakna. Disisi lain, kita juga dihadapkan pada tantangan besar seperti, persaingan yang semakin ketat. Teruslah berinovasi serta menjaga etika profesionalitas. Hadir sebagai solusi, menjadi jembatan antara profesi pemandu acara dengan kebutuhan masyarakat akan komunikasi dan hiburan yang berkualitas,” tuturnya.
Lagi kata dia, “Sebagai Ketua Umum, saya percaya bahwa kekuatan utama Perwara Indonesia ada pada sinergi yang kita bangun bersama. Di antara pengalaman dan inovasi, antara komitmen dan pekerja keras antara cita-cita bersama dan langkah-langkah konkrik yang kita ambil untuk mencapainya. Dengan ini, saya yakni Perwara Indonesia terus maju menjadi organisasi yang tidak hanya eksis, tetapi juga relevan dan berdaya guna,” sambungnya.
Selain itu, Pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini juga menegaskan bahwa, dirinya siap untuk diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua Umum Perwara Indonesia, bila selama kurun satu tahun pertama dinilai tak mampu bekerja sesuai AD/ART organisasi tersebut.
“Dalam menjalankan nama ini, saya ingin menegaskan kepada kawan-kawan semua bahwa, jikalau nanti dalam kurun waktu 1 tahun, kepemimpinan saya memang tidak sesuai dengan anggaran dasar dan atau anggaran rumah tangga, saya siap diberhentikan. Pernyataan ini bukan sekedar janji, tetapi merupakan wujud tanggung jawab saya untuk memastikan bahwa organisasi ini berjalan sesuai dengan visi dan misi, serta nilai-nilai yang telah kita sepakati bersama,” tegas Sya’ban.
Dalam kesempatan yang sama, Buralimar selaku perwakilan Dewan Pembina Perwara Indonesia juga menitipkan nasehat kepada Ketua Umum dan seluruh Pengurus untuk tetap membangun dan menjalin komunikasi yang lebih efektif kedepannya.
“Merajut yang koyak-koyak, memungut yang terserak. Pak Syahkban ini fungsi dari seorang ketua sangat diharapkan. Komunikasi itu adalah, kalau ilmu manajemennya; ada planning, ada controlling. Bermain di situ. Bagaimana penggeraknya atau editingnya bisa menggerakkan, itu peran dari Ketua. Kemudian organizingnya organisasi semuanya tidak hanya internal, tapi juga komponen-komponen yang senada dengan tugas pokok atau misi dari perorangan,” ujarnya.
Selanjutnya, Buralimar juga menegaskan kepada seluruh Pengurus Perwara Indonesia yang telah dilantik agar dapat menyelesaikan setiap persoalan, baik internal maupun eksternal secara profesional. Ia juga mengajak seluruh Pengurus dan Anggota untuk turut berperan aktif dalam mengembangkan Perwara Indonesia ditengah masyarakat.
“Kedepannya, jika ada masalah yang tidak sesuai dengan AD/ART, langsung dibuatkan rapat. Tapi bukan di pasar! Bukan di belakang. Jangan di belakang. Apa gunanya di depan berbulu manis tapi di belakang huru-hara. Lebih baik terus terang saja. kalau tidak bisa membantu organisasi, minimal diam saja. Untuk itu, mari teman-teman bisa membangun komunikasi dan memukuknya agar Perwara Indonesia kedepan semakin berdampak positif bagi masyarakat,” tandasnya.
Acara pengukuhan tersebut diakhiri dengan mengabadikan momen bersama dan dilanjutkan games (permainan) sederhana yang bertujuan untuk semakin mempererat tali silaturahmi dan konsolidasi.











