Bataminfo.co.id, Batam – Proses evakuasi korban longsor di Tiban Koperasi, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) saat ini masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Damkar Batam, TNI/Polri, Brimob dan Satpol PP, Senin, (13/1/2025).
Terpantau di lokasi, tampak Gubernur Kepri, Ansar Ahmad juga turut hadir langsug ke lokasi terjadinya longsor.
Tak hanya Ansar, sejak pagi tadi, Walikota Batam terpilih, Amsakar Achmad dan Sekretaris Daerah, Jefridin Hamid juga tampak sudah berada di lokasi untuk meninjau proses evakuasi yang tengah dilakukan oleh petugas.
Seorang warga mengatakan, ada sejumlah korban yang dinyatakan selamat dan telah dibawa ke rumah sakit. Kendati demikian, saat ini masih terus dilakukan evakuasi terhadap dua korban lainnya.
“Masih ada dua orang lagi, suami istri yang lagi dicari. Mereka kira-kira umurnya 50 an. Mereka punya anak. Pak Doni ini kalau tak salah, bos warung di Tiban Center. Ada yang selamat tadi udah dibawa ke rumah sakit. Mereka kena runtuhan bangunan jadi ada luka juga,” ucap Rahmad, warga sekitar.
Berdasarkan data sementara yang diperoleh Tim Redaksi Bataminfo saat ini, tercatat sejumlah korban longsor yang dinyatakan selamat dan telah dirujuk ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB).
Para korban selamat tersebut diantaranya; Pranaya Dirga, Dwi, Anis, Armi, Neri, Aqila dan Setir.
Di tempat yang sama, Gunernur Kepri Ansar Ahmad dalam wawancaranya bersama Awak media, dirinya menyebut kehadirannya di lokasi adalah untuk meninjau serta mendoakan warga yang terdampak longsor.
Dalam kesempatan ini, Ansar menyebut terkait mitigasi memang sangat penting untuk warga, terutama yang bermukim di sekirar perbukitan. Ia juga sembari menghimbau masyarakat Kepri untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem di wilayah Kepri, terutama di Kota Batam.
“Persoalan mitigasi itu memang sangat penting ya karena tidak sedikit pemukiman masyarakat kita yang berada di lereng-lereng bukit seperti ini dan pengalaman di masa lalu kan sudah terjadi. Nanti perlu di mitigasi kawasan seperti ini apa langkah-langkah ke depan yang harus kita lakukan,” ungkapnya,
Tambahnya, ”Kita juga minta masyarakat berhati-hati karena cuaca ekstrem ini menurut prediksi masih terjadi beberapa waktu kedepan. Baik itu banjir, kemudian longsor maupun yang kemungkinan sebenarnya tidak ada angin puting beliung itu. Supaya masyarakat tetap waspada, berhati-hati dan doa kita semoga bencana seperti ini tidak terjadi lagi,” ucap Ansar.
Ansar mengatakan, terkait dengan bantuam dari pihaknya ke masyarakat juga akan segera diberikan sesuai dengan hitungan jumlah korban nanti. Kemudian untuk pembangunan selanjutnya di lokasi longsor tersebut kata dia akan ditindaklanjuti oleh pihak Pemko Batam.
“Tahun kemarin juga tidak sedikit, hampir 3, 4 Kabupaten/Kota yang kita bantu. Biasanya dia besarannya itu sesuai dengan perhitungan kita. Tahun lalu ada yang kita bantu 100 juta dengan 75 juta, ada yang 150 juta, tergantung nanti dihitung korbannya juga. Nanti kita akan segerakan ini supaya bantuannya bisa cepat dan nanti bagaimana kebijakan selanjutnya, sekali lagi nanti Pempo Batam yang akan Sampaikan ke masyarakat apakah masih boleh membangun di sini atau mungkin nanti dicarikan di tempat yang lain,” tuturnya.
Selanjutnya, Walikota Terpilih, Amsakar Achmad yang juga tampak mendampingi Gubernur Kepri juga menjelaskan update korban longsor saat ini kepada awak media yang menanyakannya.
“Korban dua orang, kemudian di rumah sakit tadi 5 orang dan yang sekarang sedang dievakuasi ini masih ada dua orang. Jadi kemungkinan 4 orang yang tidak terlalu. Secara keseluruhan ada 9 rumah terdampak. Itu ada lima tingkat keparahan yang tinggi itu, yang sekarang lagi dievakuasi sampai selesai untuk menemukan dua korban lagi di rumah ini,” terang Amsakar.
Amsakar juga mengatakan, pihaknya akan menyediakan dapur umum untuk kebutuhan warga bila diperlukan untuk sementara waktu di sekitar lokasi longsor demi membantu warga terdampak.
“Seluruhnya ditangani oleh pemerintah. Akan ada dapur umum jika diperlukan. Pemerinta yang harus menyelesaikan persoalan ini. Selesai dari kunjungan ini, segera rapat dan dengan UPD teknis pemadam kebakaran, Dinas Sosial, kemudian untuk memastikan berapa yang harus kita siapkan, mensupport bantuan untuk korban yang terdampak. Pemko Batam pasti mempersiapkan itu. Alhamdulillah, Pak Gubernur juga memberikan struktur, mudah-mudahan ini dapat meringankan beban bagi warga kita,” ujarnya.
Sebagai informasi untuk diketahui, hingga saat ini, petugas masih mengevakuasi dua orang korban lainnya yang bernama Doni Aprianto dan istrinya bernama Linda Lucinta yang diduga telah tertimpa reruntuhan bangunan.
Sementara, petugas dan warga terus bergotong royong untuk membantu memindahkan barang-barang warga yang terdampak longsor.











