Bataminfo.co.id, Batam – Komisi Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Eklesia Batam Center menggelar kegiatan Summer Camp Pemuda perdana yang bertemakan “Maturation of Faith”.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, sejak Sabtu 17 hingga 18 Agustus 2024 ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta (internal) dan dilaksanakan di Pantai Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI).
Diketahui, kegiatan summer camp ini merupakan sebuah gebrakan dari Komisi Pemuda GMIT Eklesia Batam yang perdana dilakukan setelah sempat diprogramkana pada Kepengurusan Pemuda di periode sebelumnya.
Hal itu disampaikan oleh Koordinator Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Pemuda GMIT Batam Center, Ananias Kase. Pria yang akrab disapa Nias ini mengatakan bahwa, dirinya sebagai Koordinator UPP yang mendampingi, turut bersukacita atas terselenggaranya acara tersebut.
“Puji Tuhan, kegiatan summer camp ini dari Adik-adik Badan Pengurus (BP) di periode sebelumnya sudah diprogramkan namun belum sempat dijalankan karena terhalang satu dan lain hal. Dan baru diadakan di tahun ini sebagai sebuah terobosan dari Anak-anak muda. Saya lihat mereka semangat untuk mengikuti ini. Dan saya juga turut bersemangat karena ternyata panitia acara merancang kegiatan ini dengan sangat luar biasa. Semua waktu itu terisi penuh dengan kegiatan seperti penyampaian materi, permainan, dan lainnya. Jadi pasti sangat bermanfaat bagi anak muda,” tuturnya.
Hal senada diutarakan oleh Zadrak Beli selaku Ketua Panitia Penyelenggara summer camp. Kata dia, meski perdana namun pihaknya sebagai Panitia merasa puas dengan terselenggaranya acara tersebut. Dalam kesempatan itu, dirinya juga memberikan pesan kepada peserta yang ikut dalam kegiatan itu.
“Bersyukur, akhirnya semua jerih lelah Panitia dan seluruh Pemuda-pemudi Tuhan jawab. SC perdana ini bisa kita selenggarakan dengan baik. Ini semua karena Tuhan dan karena kerjasama tim yang sangat luar biasa. Saya tentu mengucapkan banyak terima kasih dan hormat bagi Panitia dan semua pihak yang telah ikut kontribusi dalam mempersiapkan kegiatan ini. Dalam kegiatan ini ada materi-materi luar biasa yang dishare bagi kita dan itu sangat bermanfaat. Untuk itu, saya berharap, baik Panitia maupun Peserta bisa kembali dengan wawasan serta pengetahuan dan juga semangat yang baru untuk berdampak positif bagi banyak orang,” ucap Zadrak saat diwawancarai Media Bataminfo.
Kegiatan tersebut juga sebelumnya telah dibuka secara langsung oleh Ketua Majelis Jemaat (KMJ), Pdt Sumiyati Nurnaningsih Hasan pada Sabtu kemarin. Dalam sambutannya, Pdt Sumi menitipkan pesan bagi panitia dan peserta untuk semangat serta meresapi dengan baik setiap sesi kegiatan ini. Dirinya juga menekankan agar, sekembalinya Peserta dan Panitia nantinya, mereka mampu menerapkan itu dalam kehidupan sehari-hari.
“Bertunaslah seperti pohon aras.
Kita mau menjadi tunas dalam gereja Tuhan yang nantinya kita terus berguna dalam pekerjaan Tuhan. Pemuda adalah tiang gereja. Jadikan Tuhan gunung batu, perlindungan kita. Orang muda harus punya strategi yang bagus. Bertumbuh dan berkembanglah di situasi yang sulit. Orang akan bertumbuh dalam berpkir, menjalin relasi. Kalau susah sama-sama dan senang pun juga. Jangan pesimis. Orang muda punya cakrawala berpikirnya luas. Mari kita buat sesuatu yang bisa menjawab kebutuhan bersama di saat ini. Kita bisa saling membangun relasi yang kuat,” ucapnya.
Kegiatan tersebut dikonsep outdoor (ruang terbuka) dan dipadati dengan berbagai sesi yang bermanfaat bagi peserta. Selain berbagai permainan yang dilombakan serta keseruan ice breaking panitia dan peserta, sesi yang tak kalah menarik adalah materi. Panitia menghadirkan dua orang pembicara yakni; Pendeta Jacob Barros yang membawakan materi tentang bullying dan Hengki Hutabarat membawakan materi tentang bahaya Narkoba dan HIV/AIDS.
Materi yang disampaikan mudah diterima sehingga peserta juga antusias melontarkan pertanyaan kepada para pemateri. Dua materi tersebut bahkan dinilai sesuai yang kehidupan sehari-hari.
Beberapa peserta seperti; Ester, Indri, Johan, Imanuel dan Vebi ketika diwawancarai, mereka menuturkan hal senada. Menurutnya, selain merasakan keseruan karena banyak permainan, acara tersebut juga menyuguhkan materi yang dinilai tepat dan sangat bermanfaat. Dalam kesempatan itu, dengan penuh antusias, mereka berharap kegiatan yang membangun iman itu terus digelar kedepannya dengan peserta yang lebih banyak lagi.
“Pokoknya seruh, asik, kocak banget kegiatan SC nya ini. Vibesnya positif banget gitu. Karena kegiatannya ini sangat bermanfaat. Sesuai dengan temanya, menumbuhkan dan mendewasakan iman kita. Peserta jadi lebih kompak, karena kan banyak gamesnya dan itu dibagi kelompok oleh panitia. Dan dari situlah keseruannya, kekompakannya. Ada sesi yang buat kita nangis-nangis juga yaitu api unggun. Fikss itu keren sih,” tuturnya.
Lagi katanya, “Terus juga ada pemateri-pemateri yang luar biasa. Ngomongin tentang bahaya narkotika, tentang bullying, yang itu tuh related kali sama kehidupan sehari-hari. Apalagi di Batam kan marak kali tuh narkotika sama bully. Jadi emang pas banget. Pematerinya juga keren karena nyampe’in materi dengan santai jadi dapat banget sih pesannya. Berharap sih, kedepannya bisa ada lagi semacam ini dengan peserta yang lebuh banyak lagi. Pesan kami, bagi teman-teman yang belum sempat ikut, next time wajib ikut deh! karena nggak bakal sia-sia. Ini kan internal, semoga next bisa buat lebih seruh lagi dengan peserta dari gereja lain juga. Jadi kan kita bisa saling mengenal dan sharing hal-hal positif juga,” pintanya.











