Bataminfo.co.id ,Batam – Kisah menarik dari seorang pedagang pisau keliling yang juga mendapat berkah tak terduga di hari raya idul Adha
Husni, pria yang sejak 2019 menjajakan pisau keliling di Batam, berbagi pengalamannya. Berawal dari ajakan seorang teman, Husni memulai bisnis penjualan golok dan pisau keliling.
“Sudah lebih dari lima tahun saya menjalani profesi ini. Pada awalnya, saya ragu, namun ternyata rezeki selalu ada saja,” ujarnya saat beristirahat di sebuah masjid di Bilangan Batu Aji, Selasa 18 Juni 2024.
Kini, dagangan Husni tidak hanya terbatas pada golok, tetapi juga mencakup pisau dapur dan senjata tradisional untuk koleksi seni seperti samurai dan kerambit.
“Golok saja sekarang ada berapa macam, ada golok sembelih, golok cincang, dan lainnya,” tambahnya.
Sistem berjualan pisau keliling berbeda dengan pedagang makanan. Husni harus pandai bergaul dan berkomunikasi dengan beragam orang yang ia temui. Apalagi, ia berkeliling hanya dengan berjalan kaki.
“Ini kan sebagian barangnya untuk hobi, kalau pandai menawarkan, orang yang sebelumnya tidak tertarik bisa jadi membeli,” jelasnya.
Selain berkeliling, Husni juga memanfaatkan media sosial. Ia menjual melalui akun Facebook bernama Baja Batara. Menurutnya, semua barang yang ia jual ditempa di Bandung, Jawa Barat, dengan sebagian bahan baku berasal dari barang daur ulang seperti per mobil dan plat besi baja bekas.
“Tapi ada juga baja HSS dan besi pabrikan,” tambahnya.
Barang dagangan Husni bukanlah miliknya sendiri, melainkan milik bos-nya di Jawa Barat. Ia hanya dipercaya untuk menjual dan mengambil persenan atau keuntungan dari hasil penjualan.
Husni bercerita dalam perjalanan sebagai penjual pisau keliling, ia menghadapi banyak suka dan duka. Pernah satu waktu ia telah berjalan berkilo-kilo meter, namun tak satupun barang yang laris terjual.
“Kadang tantangannya itu cuaca hujan dan panas. Saya kan bawa besi ya, jadi bawaannya cukup berat dan melelahkan,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal ini, Husni tidak berjualan seharian penuh di seluruh Batam, tetapi membagi waktu untuk berjualan di satu daerah.
“Misalnya hari ini di Batu Aji, ya keliling saja di Batu Aji. Besok mungkin ke Tiban atau Botania, tapi kalau ke sana naik angkot,” ungkapnya.
Hebatnya, dalam sehari ia bisa berjalan sejauh 12 kilometer atau lebih untuk berjualan. Meski demikian, Husni tetap mensyukuri pekerjaannya karena bisa menafkahi istri dan tiga anaknya yang tinggal di Jawa Barat.
“Anak saya masih SD. Saya yang merantau, anak istri tinggal di kampung,” ujarnya.
“Kalau dibilang capek ya capek, tapi mau gimana lagi memang profesinya begini,” sambungnya.
Selain tantangan cuaca dan kelelahan, Husni pernah menghadapi preman yang meminta jatah.
“Pernah juga saya dipalak preman, minta jatah gitu. Tapi saya lawan, mungkin karena saya berani, dia tidak jadi malak,” ungkapnya.
Namun, di balik dukanya, banyak suka yang ia raih. Jika sedang beruntung, ia bisa menjual lebih dari 15 jenis barang dengan omzet hingga jutaan rupiah.
Bahkan Setelah Idul Adha 2024, Husni turut mendapat berkahnya, ia telah menjual lebih dari 50 golok sembelih dengan harga bervariasi, mulai dari Rp75 ribu hingga Rp1,5 juta untuk kebutuhan menyembelih hewan qurban.
“Alhamdulillah, Idul Adha membawa berkah,” tuturnya.
Bagi yang tertarik memesan pisau atau senjata tradisional dari Husni, dapat menghubungi nomor WhatsApp +62 821-7471-2221.(Dre)











