Bataminfo.co.id, Batam – Sejumlah pedagang seragam sekolah di Kota Batam mengeluh. Pasalnya, omzet penjualan mereka turun hingga 50 persen pada tahun ajaran baru 2020 ini.
Hal itu akibat sepi pembeli dan anjuran siswa sekolah untuk belajar di rumah karena pandemi.
Salah satu pedagang seragam sekolah di Kawasan Pertokoan Tanjung Pantun, Jodoh, Yon (32), mengatakan omzet penjualannya mengalami penurunan hingga 50 persen.
“Di tahun lalu, pendapatan sehari bisa mencapai Rp10 juta kalau mendekati waktu masuk sekolah. Sekarang setengahnya aja,” paparnya, Senin (13/7/2020).
Keadaan itu diperparah juga dengan naiknya harga seragam yang ditetapkan produsen.
Yon mengatakan, seragam sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Menengah Atas yang dijualnya dibeli dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat dan Tanah Abang, Jakarta.
“Harga naik tapi permintaan turun,” katanya.
Setiap tahunnya, kata Yon, penjualan seragam sekolah masih didominasi oleh seragam merah putih. Sementara seragam putih biru dan putih abu-abu tak begitu banyak diburu wali murid.
“Untuk harga sih satu set seragam merah putih itu Rp130 ribu. Lengkap sama dasi dan topi,” ujarnya. (sahab)











