Bataminfo.co.id, Batam- Bank Indonesia menyebutkan bahwa tren investasi ke Batam dan Kepri terus menurun hingga triwulan III tahun 2022, bahkan nilainya dibawah atau lebih rendah jika dibanding tahun 2021.
Apa penyebab Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (Free Trade Zone) semakin tidak menarik dibandingkan dengan daerah lainnya yang tidak mendapatkan fasilitas FTZ?
Padahal ada 4 kawasan FTZ dan 3 KEK di Kepulauan Riau, tapi predikat sebagai daerah layanan investasi terbaik pun tidak mampu kita raih. Bagaimana kawasan ini bermimpi jadi tujuan investasi (investment-hub) dan percontohan bagi daerah lain???
Jika demikian maka kajian Kadin Batam dan temuan bahwa tdk adanya kepastian hukum dalam berinvestasi dan pembangunan infrastruktur yang selama ini secara masif tidak berbanding lurus dengan peningkatan arus investasi asing dan pertumbuhan ekonomi Batam menjadi perhatian Pemerintah Kota Batam dan BP Batam sebagai penyelenggara Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, khususnya bayangan krisis ekonomi global tahun 2023.











