Bataminfo.co.id, Batam – Warga Melcem, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengeluh kesulitan melewati jalan yang diketahui telah cukup lama mengalami kerusakan.
Terpantau, sepanjang jalan hampir 200 meter yang berlokasi di Simpang Melcem ke arah Pasar Melcem atau perumahan warga, hanya ditutupi dengan batu kerikil, Padahal warga sekitar mengatakan bahwa sebelumnya jalan tersebut rusak parah, dan harusnya diaspal. Warga terpaksa harus menerjang jalan yang berlubang dan becek ketika sedang terjadi hujan dan dikala panas, maka para pelintas akan diperhadapkan dengan debu yang berterbangan. Akibatnya, di jalan ini juga sering terjadi kemacetan pada pagi dan sore hari.
Seperti halnya diungkapkan oleh salah seorang pelintas jalan, Helena. Dia mengaku terpaksa melewati jalur itu untuk sampai ke lokasi kerjanya, meski harus rela menghadapi jalan berlubang dan kerikil tajam yang menurutnya cukup membahayakan. Dirinya menyangkan, jalan tersebut bukan diperbaiki tetapi hanya diberi kerikil. Dia berharap, Pemerintah dapat memperhatikan jalan tersebut demi mengantisipasi terjadinya kecelakaan.
“Ini jalan udah lama rusak. Jalannya ada yang berlubang, jadi kadang kalo hujan mana lagi nampak. Dulu kalo tak salah pernah diperbaiki, tapi nggak maksimal, Jadi rusak lagi. Sebelumnya ada bapak tua sama anaknya yang suka rataiin lubang dengan tanah. Nah sekarang hanya dikasih kerikil kayak gini. Kalo mobil mah aman, tapi kalo motor jalan di atas kerikil gini kan malah bahaya, bisa kecelakaan orang nanti. Karena kan sering macet juga pas pagi dan sore. Saya berharap, Pemerintah bisa perhatikan jalan ini lah. Terkhususnya pesan kepada Pak Walikota Batam agar kalau boleh, tidak hanya jalan besar aja, tapi jalan-jalan umum di pemukiman warga seperti ini juga diperhatikan Pak,” ucap dia kepada Bataminfo.co.id, Selasa, (13/9/2022).
Hal senada dituturkan oleh Ucok, Pengendara motor yang mengaku melewati jalan tersebut setiap hari. Mengeluh karena sering terkena macet saat hendak berangkat dan pulang kerja akibat jalan yang berlubang, Ucok juga mengaku terpaksa melewati jalan tersebut. Tak muluk, Dia memintah kepada Pemerintah setempat untuk menyampaikan keluh kesah para pelintas yang notabenenya merupakan warga setempat yang telah cukup lama menikmati jalan yang rusak itu.
“Rata-rata warga sini nih yang lewatin jalan ini udah lama kali. Rusak dan kayakanya udah sempat dirata-ratain dan mungkin mau diperbaikin, tapi sampe sekarang masih kayak gini. Malah dikasi kerikil. Ini kalo buruh-buruh orang mau berangkat kerja ni bisa bahaya…,bisa jatuh ni. Saya sih meminta kepada Pemerintah setempat, tolonglah lihat jalan ini. Atau kasitau keluhan warga sini yang kesulitan lewat jalan ini. Biar diperhatikan jalan kita ini. Jangan udah taupun jalan ini rusak tapi seolah didiam aja. Saya harap, Pemerintah setempat, Walikota bisa lihat langsung kondisi jalan ini, kalau boleh, segera diaspal,” pungkasnya. (Non/BI)











