Bataminfo.co.id, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi membuka Musyawarah Besar (Mubes) Perkumpulan Kekeluargaan Nusa Tenggara Timur (PK NTT) yang ke VI, sekira pukul 12.00 WIB di Ball Room Golden View Hotel, Sabtu, (23/7/2022).
Muhammad Rudi dalam kesempatan ini mengajak seluruh warga PK NTT untuk tetap menjaga kesatuan serta keharmonisan dalam setiap rumpun Paguyuban yang berada dibawah payung PK NTT.
“Saya mohon maaf Ibu dan Bapak atas keterlambatan saya, karena masih ada kegiatan tadi. Tapi, alhamdulilah, kita bersyukur, acara Mabes ini berjalan dengan baik. Bagi saya, hidup ini yang paling baik adalah berbuat baik dengan banyak orang. Untuk itu, saya mengajak seluruh warga PK NTT agar tetap menjaga kesatuan dan kekompakan dalam setiap paguyuban yang ada untuk bersama kita membangun Batam,” ucap Rudi saat menyampaikan smbutan.
Kata Rudi, dengan adanya kesatuan dalam rumpun keluarga besar PK NTT ini diharapkan juga dapat memberikan dukungan penuh terhadap setiap programnya dalam membangun Batam yang lebih maju. Rudi juga berpesan kepada seluruh warga PK NTT agar dengan bijak memilih kandidat yang nantinya diharapkan dapat mengedepankan kebersamaan, persatuan, serta visi misi organisasi. Usai menyampaikan sambutannya, Rudi juga langsung dipakaikan Topi Ti’ilangga khas Rote oleh Ketua PKNTT, Anggelinus sebagai tanda kehormatan.
“Saya berpesan, siapapun yang akan terpilih menjadi Ketua PK-NTT nantinya, jagalah amanah itu, jagalah kekompakan dan ke bersamaan. Jangan mengedepankan kepentingan pribadi, sehingga tercipta kondusifitas di Kota Batam,” pesan Muhammad Rudi.
Selanjutnya, pada kesempatan yang sama, Ketua PK NTT, Anggelinus dalam sambutan, mengatakan, dua kandidat yang telah mendaftar ini merupakan putra terbaik NTT. Dalam kesempatan ini, dia juga memberikan pesan penting kepada seluruh warga PK NTT agar tetap menjaga kekompakan serta kebersamaan.
“Hari ini saya yakin dan percaya, Mubes PK NTT yang ke VI akan berjalan dengan baik. Untuk kedua kandidat ini adalah Putra terbaik NTT. Untuk itu, Bapak, ibu sebentar bisa memberikan suara kepada kedua saudara kita. Pesan saya, jagalah amanah, kekompakan dan kebersamaan. Kita harus menciptakan kondisi yang aman dan tentram sehingga dapat menjadi contoh bagi Paguyuban-paguyuban di Batam,” ucapnya.
Anggelinus juga dalam kesempatan ini, menyampaikan dengan tegas kepada seluruh warga PK NTT untuk tidak menjadikan organisasi yang merupakan payung besar bagi puluhan paguyuban NTT ini untuk kepentingan pribadi. Di kesempatan yang sama, Anggelinus yang akan melepaskan jabatannya juga menggangkat sepuluh jarinya sembari memohon maaf kepada seluruh warga PK NTT. Dia berharap, payung PK NTT tetap terjaga dengan baik.
“Untuk itu, jagalah amanah. Jagalah kekompakan ini. Nahkodailah kapal besar ini dengan baik. Saya percaya, kedua saudraa kita bisa menjalankan kapal besar ini. Jangan sekali-kali gunakan organisasi ini untuk kepentingan pribadi. Jangan! Ketika saya ditanya; Pak Angge, bagaimana kalau kita pasang bendera kita di lahan ini.., Lahan itu? saya katakan; Tidak! organisasi ini, kalau mampu, jalankan! kalau nggak mampu, jangan jalankan! saya juga mohon maaf bila selama memimpin ada kesalahan, saya mohon dibukakan pintu maaf dari Bapak, Ibu sekalian. Kiranya kedepannya keharmonisan ini tetap terjaga,” ucap Anggelinus. (Non)











