Kapal Angkutan PMI Ilegal Tenggelam, Pemerintah Dinilai Lemah dan Diminta Evaluasi Pengawasan di Wilayah Perbatasan

Avatar photo
Fot: ist

Bataminfo.co.id, Batam – Peristiwa tenggelamnya Kapal Pengangkut Puluhan Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Perairan Nongsa, kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau yang trendding hingga menjadi sorotan banyak pihak. Hal ini juga disentil oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Satgas NTT Peduli-Kepri, Musa Mau. Jumat, (17/5/2022).

Musa menyebutkan, kejadian tenggelamnya Kapal yang membawa PMI ilegal pada Kamis, 16 Juni 2022 kemarin merupakan peristiwa kesekian kalinya yang terjadi. Melihat peristiwa ini, Dia menyebutkan, pengawasan Pemerintah bahkan pihak berwajib di wilayah perbatasan dinilai lemah. 

“Pertama, saya mengucapkan Rasa simpati yang mendalam atas kejadian ini dan mudah-mudahan tidak ada korban jiwa. Kedua, kejadian tenggelamnya Kapal yang membawa para TKI ilegal ini adalah peristiwa yang kesekian kalinya dan terus menerus berulang dengan korban jiwa yang tidak sedikit, ini membuktikan bahwa pengawasan di wilayah perbatasan oleh pihak terkait masih sangat lemah,” ujarnya. 

Menurutnya, kasus tenggelamnya kapal pengangkut PMI ilegal kali ini menggambarkan jelas kelalaian Negara dalam melindungi warganya serta kelalaian Pemerintah secara regulasinya dalam pengawasan terhadap proses pengamanan daerah-daerah perbatasan yang rawan terhadap kasus human traficking.  

Masih kata Musa, pihaknya meminta kepada Pemerintah dan pihak terkait agar membenahi pengawasan khusus pada daerah perbatasan yang sering kali digunakan sebagai Pelabuhan tikus. Dia juga menegaskan, agar oknum-oknum yang terlibat dalam proses pengiriman PMI secara ilegal segera ditindak. 

“Dan masih ada pelaku-pelaku yang bermain dengan aman hingga saat ini, makanya timbul lagi korban jiwa saat ini. Kami berharap Pemerintah dengan segera dapat membenahi pengawasan daerah-daerah perbatasan yang sering digunakan sebagai pelabuhan tikus untuk memberangkatkan para TKI. Kami juga minta agar Pemerintah segera menindak dengan tegas Oknum-oknum yang terlibat dalam proses pemberangkatan TKI secara ilegal ini, supaya tidak ada lagi korban jiwa semakin bertambah setiap waktu,” pungkasnya. 

Dia menegaskan kepada Pemerintah agar menegakkan hukum yang setimpal terhadap oknum yang terlibat dalam kasus Human Trafficking agar mendapatkan efek jera. 

“Saran saya, tegakkan aturan setegak-tegaknya dan berikan hukuman yang berat kepada semua pelaku Human Traficking yang terlibat supaya ada efek jera. Dan juga pengamanan di wilayah laut dan wilayah-wilayah perbatasan harus dievaluasi kembali,” tandasnya. (Non) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *