Bataminfo.co.id, Batam – Pengendara lalu lintas dari arah Lampu Merah Lubuk Baja menuju Fly Over terpaksa harus melintas sambil menghirup debu yang beterbangan. Hal ini cukup menjadi pemandangan yang tak biasa, Selasa, (5/4/2022).
Di lokasi tersebut, tampak para pengendara melintas dengan kecepatan yang rendah sembari berupaya menghindari debu. Tak hanya itu, sempat terjadi kemacetan juga di jalur ini.
Berdasarkan pantauan dari Bataminfo.co.id, hal tersebut merupakan dampak dari proyek pelebaran jalan serta pembangunan drainase di jalan Yosudarso Baloi, tepatnya didepan Kantor Wilayah DJP Provinsi Kepri.
Sebagaimana diketahui, proyek ini telah dimulai sejak November 2021 dengan perkiraan selesai dalam kurun waktu 5 bulan. Kendati demikian, dari pantauan di lapangan, proyek tersebut masih terus berjalan dan belum menampakkan hasil 100 persen. Artinya, waktu 5 bulan tak cukup untuk menyelesaikannnya. Namun, Pemerintah terus berupaya untuk mengawasi serta meninjau keberhasilan proyek tersebut.
Salah seorang pengendara bernama Roy saat hendak melintas dilokasi tersebut mengatakan, dirinya cukup merasakan dampak dari dari pembangunan tersebut. Ia menyebutkan, siap beri dukungan terhadap program Pemerintah demi Batam yang indah. Namun, ia pun mengkritisi pemerintah yang seolah tak memikirkan kenyamanan para pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
“Yah macam manalah mau dibilang, untuk program Pemerintah yang baik untuk kota Batam, kita sebagai masyarakat ini pasti mendukung. Tetapi ini kan jalan yang dilewati masyarakat untuk berakitifitas. Kalau debu ditambah macet lagi kan akan susah juga beraktifitas kan. Nah, tentu kita juga butuh kenyamanan saat berkendara. Jadi, mohon Pemerintah juga memikirkan dan memperhatikan hal ini,” tuturnya. (non)











