Bataminfo.co.id, Bintan – Sebanyak 84 orang Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Tanjungpinang mengikuti pelatihan pembuatan Batako dan Pelatihan Meubeler, yang merupakan program pembinaan kemandirian Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Rabu (23/3/2022).
Kegiatan ini dibuka oleh Kabid Pelayanan Tahanan, Rehabilitasi, Kesehatan, Perawatan, Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan Keamanan Kanwil Kemenkumhan RI Kepri, Omo Surtamo, mewakili Plt Kanwil Kemenkumham RI Provinsi Kepri.
Dalam sambutannya, Omo Suratmo mengatakan kegiatan pelatihan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Warga Binaan dan harua dimanfaatkan dengan betul agar dapat menyerap ilmu yang diajarkan oleh instruktur.
“Bapak-bapak sekalian warga binaan, kalian yang terpilih mengikuti pelatihan ini yang berprilaku sangat baik. Jadi nanti ketika berkumpul kembali dengan keluarga dan masyarakat dapat menerapkan ilmu-ilmu yang didapat disini (Lapas, red),” ujar Omo Suratmo.

Omo juga mengapresiasi Lapas Kelas IIA Tanjungpinang yang banyak membuat program yang dapat dimanfaatkan para warga binaan untuk mengasah kemampuan mereka. Tak lupa, Omo juga mengucapkan terima kasih kepada Lapas Kelas IIA Tanjungpinang yang bekerjasama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Tanjungpinang membuat program-program yang bermanfaat.
“Nanti kegiatan-kegiatan dari program kerja Lapas ini juga warga binaan lainnya dapat mengikuti atau warga binaan yang mengikuti pelatihan ini juga bisa mengasah kembali kemampuannya dengan kegiatan yang lain,” ucapnya.
Sementarabitu, Kalapas Kelas IIA Tanjungpinang, Wahyu Hidayat menuturkan kegiatan pelatihan ini pihaknya memang menjalin kerjasama dengan SMK Negeri 3 Tanjungpinang. Harapannya, para peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat belajar dengan sungguh-sungguh, agar keterampilan yang didapat dapat diimplementasikan ketika kembali ke masyarakat.
“Harapan kami kepada seluruh peserta agar kiranya apa yang diajarkan instruktur betul-betul di cermati dan diperhatikan. Dan apa yang diajarkan dapat diserap ilmunya serta dapat digunakan ketika kembali ke masyarakat,” ucap Wahyu Hidayat. (yas)











