Bataminfo.co.id, Batam – “Demi Ibu Pertiwi”, sebuah kata yang sengaja di buat paling besar di mural kritik milik peserta Akmal pada Piala Kapolri Bhayangkara Mural Festival 2021.
Pria paruh baya bernama Akmal ini, merupakan 1 dari 20 peserta Mural Festival yang memperebutkan piala Polda Kepri dengan melukiskan karya seninya pada Terowongan Pelita, Lubuk Baja, Sabtu (30/10/2021)
Harapan Akmal sederhana, demi bersama menjaga keutuhan Indonesia, semua unsur dalam negara harus bahu membahu terutama aparat penegak Indonesia.
Dari sekian banyak seniman, Dominasi warna hitam hanya dapat di temui pada mural Akmal. Hal tersebut tentunya bukan tanpa alasan.
“Saya sengaja buat monokrom (Hitam Putih), itu pertanda baik buruk, dan dalam hal ini hitam mendominasi karena nyatanya hal buruk lebih banyak menyelimuti hal baik di Indonesia,” ujarnya kepada Bataminfo.co.id, Sabtu siang.
Dalam karyanya pula, Simbol tikus mencengkram bintang yang di setiap sudutnya bermunculan tangan pun menjadi sorotan utama dalam mural kritiknya.
Akmal mejelaskan, cengkraman tikus pada bintang melambangkan oknum pejabat negara yang mana melakukan tindakan merugikan rakyat maupun negara dan tidak mengindahkan asas Pancasila yang Lima.
Menariknya lagi, setiap sudut bintang terdapat jari yang menunjukan angka 1 hingga 5, dan pada detail jari angka ke-5 berupa tengkorak jari. Hal tersebut mengandung arti bahwa sila ke 5 yakni “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” saat ini telah mengalami kematian.
Selain itu, tulisan mencolok lainya dengan kata “Corona Bukan Lahan Bisnis” juga di tekankan Akmal dalam muralnya, melihat beberapa waktu lalu kasus korupsi vaksinasi oleh oknum pejabat sempat menjadi sorotan.
Namun demikian, dirinya tak mau memaksa penafsiran muralnya pada setiap penikmat mural yang melihat karyanya. Bagi Akmal segala kompleks permasalahan Indonesia telah ia wakilkan dengan muralnya.
“Bebas mau ditafsirkan apa juga, tetapi saya pikir, kita sama-sama tau keadaanya, semoga ini dapat menjadi karya ini menjadi satu penggerak agar kita sama-sama menjaga Indonesia,” pungkas Akmal. (Bora)











