Bataminfo.co.id, Batam – Sebanyak 20 peserta meramaikan Festival Mural di terowongan Pelita, Kecamatan Lubuk Baja, Jumat (29/10/2021).
Festival Mural ini ditaja oleh Polda Kepri dalam rangka HUT Humas Polri. Yang disejalankan dengan kegiatan vaksinasi massal.
Dalam festival ini, para Peserta diwajibkan untuk melukis berdasarkan tema yang telah diberikan oleh panitia, yakni; “Peran Generasi Muda Untuk Berkreasi Dalam Menyampaikan Informasi Yang Positif Dimasa Pandemi Covid-19”.
Salah satu peserta, Wahyu Susanto yang mendapatkan nomor urut 2 mengaku senang mendapatkan kesempatan dalam festival mural. Selain itu, Dirinya bersyukur, pasalnya petak lukisannya akan digariskan oleh Kapolda Kepri sebagai simbolis.
“Saya masih baru sekali di Batam, tetapi rasanya senang bisa mendapatkan kesempatan ini, dengan nomor urut 2. Saya dapat info kata panitia, petak lukisan saya ini juga akan digaris terlebih dahulu sebagai simbolis oleh Pak Kapolda Kepri,” ucapnya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Polri di seluruh Wilayah Provinsi ini tidak terlepas dari kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Wahyu selaku peserta mengaku optimis. Dikatakannya, dirinya telah mengkonsep lukisan muralnya sebaik mungkin sesuai tema dan akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan karyanya. Dirinya berharap, festival ini akan terus berlanjut kedepannya.
“Yah, kita para seniman yang akan melukis besok pastinya tak terlepas dari tema yang sudah ada. Kita juga tentu punya konsep masing-masing untuk lukisan ini, sekaligus ini menjadi kesempatan terbaik untuk menujukan karya kita. Saya berharap, festival ini dapat berlanjut kedepannya. Karena saya sendiri senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan seni ini,” tuturnya.
Masih di lokasi yang sama, peserta bernomor urut 14, Jhoni Siregar mengaku senang turut berpartisipasi dan menunjukan karya terbaiknya untuk Bangsa tercinta, terkhusus kota Batam. Kepada Bataminfo, Jhoni menjelaskan konsep dasar lukisan muralnya yang yang akan ditampilkan pada besok .
“Saya pribadi tentu sangat senang, karena kota Batam termasuk kota yang selalu memfasilitasi para pelukis – pelukis mural untuk berkarya di kota Batam. Ada sinergi antara Pemerintah dengan para seniman. Untuk hari ini, panitia memberikan kesempatan untuk membuat sket awal untuk gambarnya, bisa juga untuk memblok tetapi masih dalam tahap blok pertama. Belom bisa untuk gradasi atau mewarnai secara detail, yang kedua bisa juga mengsket dengan hanya menggunakan kapur, pensil, atau cat warna hitam,” jelas Jhon.
Jhoni, memaparkan terkait makna yang yang terkandung dalam konsep lukisan muralnya itu. Dirinya mengatakan, konsep yang digagasnya tersebut sangat tepat dengan kondisi kota Batam, serta sesuai dengan tema yang diberi panitia.
“Untuk besok, ada warna yang digunakan untuk menyempurnakan lukisan ini. Besok saya akan gunakan warna merah, putih sesuai dengan warna bendera merah putih, warna dari kepolisian, dari medis tentunya, juga dari agama, kebudayaan dan pariwisata. Karena empat pilar ini menurut saya yang paling berperan penting, yang paling kuat untuk menjaga dan bekerjasama menjaga covid dari negara kita ini. Lalu ada simbol payung juga, makanya adalah untuk melindungi negeri ini. Ibaratnya payung yang melindungi kita dari virus Corona,” papar Jhoni kepada Bataminfo.co.id
“Saya berharap, kalo bisa jangan ini yang terakhir, tetapi ini juga akan berlanjut dan terus berlanjut. Kebetulan Kepri kan ditetapkan sebagai provinsi pariwisata, yang pasti dari pihak pelukis akan berperan aktif untuk itu,” harapnya.
Sementara, Ariyanto selaku salah satu juri mengatakan, tujuan diadakannya festival ini adalah untuk merangkul para seniman mural di seluruh Indonesia.
“Festival ini tentu bertujuan untuk merangkul para seniman mural di Indonesia. Panitia akan menyeleksi 5 peserta, dan memilih 1 dari kelima perserta terbaik yang berhak ke Jakarta mewakili Provinsi Kepri,” jelasnya. (Non)











