Sambut New Normal, Dynasty Pub Batam Gelar Pesta Miras Tanpa Jaga Jarak

Avatar photo
Tanpa mengenakan masker dan duduk berdempatan, pengunjungi padati Dynasti Pub dan Ktv di Kota Batam. Foto : istimewa

Bataminfo.co.id, Batam – Langkah Pemerintah Kota Batam mengizinkan kembali aktivitas ekonomi hiburan malam buka, nampaknya bisa berubah jadi mimpi buruk karena dilakukan sebelum virus corona bisa dikendalikan. Diperparah lagi dengan sikap tidak patuhnya akan protokol kesehatan oleh mereka masyarakat para penikmat pesta.

Seperti pantauan BATAMINFO, pada Minggu (14/06/2020) dinihari kemarin di Dynasty Entertainment Pub & Ktv misalnya, tampak kepadatan pengunjung terjadi di lantai dansa atau hall kelab malam hotel bintang 3 ini. Pesta minuman keras (miras) digelar menyambut kebijakan tatanan hidup baru atau new normal.

Malam itu, tata cahaya yang pas antara sofa pengunjung dengan panggung, membikin hall yang punya daya tampung 150 orang ini terisi penuh setengahnya. Para penikmat hiburan malam yang rata-rata kawula muda berjoget liar dengan botolan miras di atas meja.

Namun mirisnya, tak satupun dari pengunjung tersebut yang tampak memakai masker. Apalagi menjaga jarak, tidak ada. Mereka malah santai berajojing sampai berkeringat seolah lupa semua aturan soal protokol kesehatan.

Padahal sebelum masuk kelab, aturan soal protokol covid-19 sudah dipampang besar-besar oleh pengelola di pintu masuk. Mereka juga harus melewati pemeriksaan suhu tubuh dan diwajibkan dengan mencuci tangan. Tapi apalah daya kondisi fisik pengunjung yang dipengaruhi miras ditenggarai jadi penyebab pelanggaran ini terjadi.

Salah seorang pengunjung bernama Aldi (bukan nama sebenarnya) mengaku tidak terlalu khawatir dengan situasi seperti ini. Sebab, minuman keras kata dia bisa mengobati virus corona.

“Ngapain takut bro, belum ada kan dengar para pemabuk yang kena virus corona. Tahu kenapa? Karena alkohol menggagalkan masa inkubasi virus ini. Makannya santai aja, kalau sakit juga nanti kan diobati pemerintah, gratis lagi,” kata pria usia 20 tahunan ini dengan warna wajah yang merah merekah.

Seperti diketahui, Industri Pariwisata di Kota Batam memang tengah bersiap menyambut era kenormalan baru atau new normal. Dalam praktiknya, setelah dua bulan lumpuh total, sektor ini direncanakan Pemerintah untuk serentak kembali dibuka pada 15 Juni 2020 mendatang

Pada era baru ini berbagai persiapan gencar dilakukan. Sebab, sebelum dapat kembali menormalkan gerak roda ekonomi pada sektor wisata, ada tiga fase yang harus dilewati terlebih dahulu yaitu, Awal, Reborn, dan terakhir adalah Bangkit.

“Untuk fase pertama akan kita lewati hingga akhir Juni , sekarang kita masih masuk fase migrasi,” kata Ardiwinata, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tentang “New Normal” Sektor Pariwisata, Jum’at (12/06/2020).

Pada fase migrasi ini, Pemerintah sudah memperbolehkan tempat usaha seperti, Hiburan Malam dan Gelanggang Permainan (Gelper) kembali beroperasi, dengan syarat pelaku usaha wajib memenuhi peraturan Protokol Kesehatan.

“Protokol kesehatan sudah disosialisasikan sejak kemarin. Sebelum membuka usahanya, kita minta seluruhnya menyediakan dan menerapkan apa saja yang ada di protokol kesehatan tersebut,” kata dia.

Hingga berita ini diunggah BATAMINFO, masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait soal pengawasan dan tindakan apa yang akan diambil atas pelanggaran yang telah terjadi ini. (nio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *