Bataminfo.co.id, Batam – Pihak keluarga almarhum Muhammad Abdul Hamid (44), mengikhlaskan peristiwa tertukarnya jenazah almarhum yang beragama Islam yang telah di kremasi oleh masyarakat Tionghoa.
Seperti diketahui, jenazah almarhum Muhammad Abdul Hamid tertukar dengan jenazah seorang masyarakat Tionghoa di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.
Perwakilan pihak keluarga, Masrur Amin yang juga menjabat sebagai Ketua Kumpulan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) mengatakan, pihak kepolisian sudah mendatangi rumah keluarga almarhum untuk melakukan mediasi terhadap keluarga almarhum atas terjadinya kesalahan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Kepri.
“Dari hasil mediasi tadi, pihak keluarga sudah mengikhlaskan atas kejadian tersebut. Namun disisi lain pandangan dari keluarga korban, itu adalah takdir dan ketetapan dari Allah bahwa korban meninggal secara tidak wajar atau dikremasi,” kata Masrur saat di temui awak media di kediaman keluarga almarhum, Senin (24/5/2021) siang.
Dikatakan Masrur, tidak ada tuntutan hukum yang dilakukan oleh pihak keluarga. Namun, ada tuntutan tersendiri dari pihak keluarga untuk membantu keluarga korban yang tertukar jenazahnya yang sudah di Kramasi oleh pihak keluarga Tionghoa.
“Tuntutan pihak keluarga adalah, bagaimana bisa membantu keluarga korban. Apapun kebijakan rumah sakit nantinya insyaallah pihak keluarga terima,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, saat ini sisa sisa tubuh dan abu dari jenazah korban sudah di kembalikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk segera di Shalatkan dan di kebumikan keluarga almarhum.
“Sebentar lagi kita akan menjemput jenazah korban dengan sisa sisa Kremasi. Informasinya, masih ada sisa tulang tulang korban yang belum habis di bakar, dan itu lah yang akan kami bawa untuk di kuburkan dengan cara Islam,” tutupnya. (Pai)











