Bataminfo.co.id, Batam – Paska peristiwa tertukar nya jenazah seorang muslim dengan jenazah seorang masyarakat Tionghoa oleh Rumah Sakit Bhayangkara Batam.
Pihak keluarga meminta pertanggungjawaban pihak rumah sakit. Pasalnya, jenazah Muhammad Abdul Hamid (44), yang merupakan beragama muslim sudah di kremasi pihak keluarga jenazah masyarakat Tionghoa.
Pantauan di rumah keluarga besar almarhum Abdul Hamid, di kawasan Tanjung Sengkuang, Senin (24/52021), sekitar pukul 10.30 WIB. Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur beserta jajarannya telah tiba. Ia pun langsung masuk ke ruang tamu untuk menemui pihak keluarga almarhum.
Salah seorang keluarga almarhum, Yudi menuturkan tertukarnya jenazah almarhum, berawal dari laporan RT setempat yang curiga bahwa almarhum meninggal dengan dugaan terpapar COVID-19.
“Sebelum kejadian, almarhum sudah keadaan meninggal dunia. Kemudian RT setempat melaporkan atas dugaan meninggalnya almarhum karena Covid-19. Setelah itu, almarhum dinyatakan Negatif. Saat hendak mengambil jenazah ternyata jenazah sudah tidak ada, dan pihak rumah sakit memberikan jenazah orang lain yang merupakan bukan orang Tionghoa,” kata yudi saat di wawancarai Bataminfo.co.id.
Dikatakan yudi, saat pihak keluarga meminta untuk pengambilan kembali jenazah keluarganya, ternyata almarhum sudah di Kremasi (dibakar) oleh pihak keluarga yang tertukar.
“Kita sudah siapkan lahan pemakaman almarhum, namun saat hendak mengambil jenazah ternyata jenazah itu bukan jenazah pihak keluarga kami. Saat ditanya ke pihak rumah sakit, ternyata jenazah keluarganya kami sudah di di bawa oleh orang yang hendak mengambil jenazah keluarganya, dan disitu terjadi tertukarnya jenazah keluarga kami dengan jenazah orang Tionghoa,” jelasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diunggah mediasi di kediaman keluarga besar Almarhum sedang berlangsung. (pai)











