Batam  

KPLI Kabil Dikepung Genangan Limbah Berbahaya dan Beracun

Avatar photo
Genangan air yang tercampur limbah menggenangi jalan di KPLI Kabil. Foto : dokumentasi Batamindo.

Bataminfo.co.id, Batam – Kawasan Pengelolaan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (KPLI-B3) terendam banjir, sejak beberapa waktu belakangan ini. Ironisnya, air yang tercampur limbah tersebut tergenang hampir di seluruh kawasan itu dan dikhawatirkan genangan akan semakin meluas saat hujan turun.

Seperti pantauan Bataminfo.co.id, Jumat (30/4/2021) pagi. Genangan air yang tercampur dengan limbah terlihat meluap kemana-mana dengan ketinggian 50-80 cm. Dan lebih parahnya lagi, bau tidak sedap juga menguap dan dapat dirasakan ketika melintas di dalam kawasan itu.

Masih pantauan di lapangan, limbah tersebut mengalir melalui drainase yang ada dikawasan itu dan berpotensi mengalir ke laut. Terlihat juga dua unit mesin penyedot air sedang menyedot limbah, yang dialiri ke danau yang berada di bagian belakang KPLI.

Informasi yang dihimpun, dua unit mesin penyedot air itu memang sengaja menyedot limbah dan dialiri ke danau yang berada di bagian belakang KPLI agar genangan limbah itu surut.

Genangan air yang tercampur limbah menggenangi jalan di KPLI Kabil. Foto : dokumentasi Batamindo.

Salah satu pegawai BP Batam yang ditemui membenarkan hal tersebut. Ia menuturkan pembuangan air yang tercampur limbah itu ke danau karena tidak memungkinkan untuk langsung dibuang ke laut. Hal itu, karena air masih berwarna hitam dan tentunya akan mencemari laut.

“Kita masih berupaya menguras air yang ada di kawasan ini. Selain itu juga kita lakukan pembuangan dengan memakai mesin turbin agar air cepat kering,” ucap pria yang meminta namanya tidak di publikasikan saat ditemui di KPLI.

Ia menyebutkan, pengerjaan ini juga di pantau beberapa instansi diantaranya Dinas Lingkungan Hidup, Polda Kepri dan Polsek Nongsa.

“Semua saran dan masukan sudah diterima BP Batam terkait penanggulangan banjir ini. Salah satunya dengan cara membuang ke danau dan selalu di pantau beberapa instansi,” sebutnya. (Pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *