Bekali Diri Menuju Perguruan Tinggi, Pemuda Asal Riau Tak Gengsi Berjualan Keliling

Ket Foto : Pemuda asal Selat Panjang Riau bekali diri menuju perguruan tinggi dengan berjualan cemilan di Batam | Selasa, (21/24) | dok.Non/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Seorang Pemuda berusia 19 tahun asal Selat Panjang Provinsi Riau yang bernama lengkap Reza Pahlevi rela membuang rasa gengsinya untuk berjualan snack (cemilan).

Pemuda berwajah tampan dan berperawakan tinggi serta berkulit kuning langsat ini ditemui oleh Tim Redaksi Bataminfo.co.id di depan Utama Houseware Baloi, dirinya tengah mempromosikan jualannya berupa makanan ringan kepada warga setempat dan atau pengunjung di sekitar kawasan itu.

Kata Dia, dirinya dan beberapa rekannya tergabung dalam sebuah Komunitas yang memayungi mereka untuk bekerja sembari belajar. Hal itu diutarakan Reza saat diwawancarai oleh Tim Redaksi Bataminfo.co.id pada Selasa, (21/05/2024).

Kata Reza, kegiatan ini dijalankannya sebagai cara untuk mengasah kemampuan sekaligus sebagai bekal untuk meneruskan pendidikan di perguruan tinggi nantinya.

BACA JUGA:   Peduli Psikologis Korban Akibat Kerusuhan di Rempang Galang, Jaringan Safe Migrant Batam Minta Pemerintah Bertanggungjawab

“Saya baru mau masuk kuliah. Jadi kita ini ada kegiatan yang namanya belajar dan bekerja, untuk mengasah kemampuan agar bisa membantu saya kedepannya karena saya kan mau masuk kuliah. Kita dibawah naungan Komunitas sejenis UKM (Usaha Kecil Menengah),” Jelas Reza dengan senyum di wajahnya.

Reza menuturkan, dirinya ditugaskan untuk menjual produk sejenis makanan ringan. Dia dan ketujuh rekannya setiap hari berpencar untuk berdagang. Adapun faktor yang mendoronya Reza untuk terlibat dalam komunitas tersebut selain belajar, dirinya juga ingin mencari pengalaman baru bersama teman sesama perantau.

“Saya ditugasin di Batam. Tugas saya menjual suatu produk. Produknya ini Lokal yang dibuat di Surabaya. Jadi pemasarannya di sini. Yah seperti Cabang lah disini. Tim kita di Batam udah delapan orang. Kita mencar. Ada di Bengkong, ada di WTB. Kalau bagian saya di A2. Motivasi saya gabung itu untuk mengasag kemampuan. Selain itu untuk mengetahui daerah – daerah sini juga. Karena saya baru sebulan disini. Motivasi lain yah mau cari pengalaman juga. Apalagi di sini bakal banyak pengalaman karena kan orqng rantau semua jadi kita bisa saling berbagi,” ujarnya.

BACA JUGA:   Pembuatan Paspor di Imigrasi Batam Semakin Ramai, Kakanim Batam: Sehari Capai Lebih dari 450 Kuota

Dengan menerapkan metode 5S yaitu; Seiri (ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik/Bersih), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin), Reza mengaku mulai belajar untuk mengambil hati calon pembeli untuk membeli dagangannya.

“Kalau suka dukanya yah kita harus sabar dalam menyapa calon pembeli. Kita harus pandai – pandai melihat suasana aja. Kesan positifnya yah kita bisa akrab dengan orang lain. Pengalaman saya pernah juga ditolak. Jadi aku udah kebanyakan bicara nih, ujung – ujungnya nggak jadi beli. Saat ini saya lagi sambil kumpul modal dan ubah cara berpikir saya agar kedepannya saya bisa melancarkan usaha saya. Pesanku; pantang menyerah, Semangat terus, tunjukkan bahwa kita nih pasti bisa,” tutur Reza sembari berikan semangat kepada sesama Anak muda di Kota Batam.

BACA JUGA:   Diduga Cacat Hukum Penerimaan Hibah Pemkot, Imam HMI-MPO Angkat Bicara