Sengketa Rumah di Rosedale Batam Makin Memanas, ini Kronologinya

Ket Foto : Petugas PN Batam dan Pemilik Rumah di Komplek Rosedale Batam saling dorong saat proses eksekusi | Kamis, (16/24) | dok.Non/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Sebuah rumah yang beralamat di Komplek Rosedale Blok E No 101 yang menjadi sengketa hingga kini masih terus bergulir bahkan makin memanas.

Hal ini terpantau oleh Tim Redaksi Bataminfo.co.id di Komplek rumah tersebut. Yang mana, terlihat pihak Pengadilan Negeri (PN) yang tengah melakukan upaya eksekusi namun tampak ditolak oleh pihak yang mengaku sebagai pemilik sah rumah tersebut yakni, Yunia Lee yang diwakili oleh Edwin Frengkie Sugiharto Kamis, (16/05/2024).

Sebelumnya diketahui, sengketa kepemilikan rumah tersebut memanas setelah Yunia Lie dan suaminya, Edwin Frengkie Sugiharto yang menurut keterangannya merupakan pemilik sah dari rumah itu mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung yang memenangkan Sin Bun Han alias Boon Han.

Berdasarkan kronologi sebagaimana yang dijelaskan oleh Edwin Frengkie Sugiharto, permasalahan ini bermula pada tahun 2017 lalu, di mana saat itu Yunia Lie membeli rumah di Komplek Perumahan Rosedale Blok E No.101 seharga Rp2 miliar dari Andi Mapisangka.

BACA JUGA:   Sejumlah Ruli di Baloi Mas Indah Terbakar

Dikatakan dia, transaksi tersebut telah dinyatakan sah dengan akta jual beli Nomor: 1380/2017 yang disahkan notaris Andreas Timothy. Setelah pembelian, Yunia Lie mengajukan perpanjangan UWTO pada Agustus 2019, yang disetujui oleh BP Batam pada Maret 2020 lalu.

“Masalah muncul dua tahun kemudian ketika tetangga melaporkan bahwa rumah tersebut ditempati secara paksa oleh Andi Tajuddin yang mengklaim sebagai pemilik sah berdasarkan kuasa dari Sia Bun Han, seorang Warga Negara Singapura,” kata Edwin kepada awak media.

Kata dia, berbagai upaya berlangsung agar rumah tersebut dapat kembali kepada dirinya, namun Andi Tajuddin terus menghalangi upaya Edwin dan istrinya selaku pemilik rumah yang sah.

Selanjutnya, diketahui terjadi pertemuan antara Edwin dan Andi Tajuddin di Kota Batam. Hal itu demi menghindari konflik. Pertemuan itu turut dihadiri oleh Andi Kusuma selaku penengah permasalahan.

“Andi Kusuma saat itu menyampaikan kepada saya bahwa langkah perdamaian merupakan langkah terbaik, dan lebih murah jika dibandingkan menempuh proses hukum, lalu saya setujui keputusan itu dan mentransfer biaya damai sebesar Rp430 juta langsung ke rekening Andi kusuma,” ujarnya.

BACA JUGA:   Beredar Informasi Lakukan Pungli, Imigrasi Batam Angkat Bicara

Perdamaian diantara keduanya itu kemudian dituangkan dalam perjanjian perdamaian di hadapan notaris Yulianti, S.H., M.Kn pada Januari 2021 lalu. Kendati begitu, konflik masih belum berakhir. Pada Januari 2021, terdapat seseorang yang kembali berupaya menguasai rumah tersebut atas nama Haji Ucok dan Agus Hardiansyah.

“Kedua orang ini mengklaim rumah tersebut dengan membawa surat eksekusi dari PN Batam. Saya dan istri kemudian mengajukan perlawanan hukum dan menggugat Sia Bun Han ke PN Batam. Pada 22 Februari 2022, PN Batam mengakui bahwa istei saya sebagai pemilik sah rumah tersebut,” sambungnya.

Karena tak terima, Sia Bun Han kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru, namun pada 20 Juli 2022, permohonan banding itu ditolak dan putusan PN Batam dikuatkan. Setelah putusan itu Yunia Lie dan suami merasa aman sampai Mei 2024, ketika mereka mengetahui bahwa Sia Bun Han telah memenangkan kasasi di Mahkamah Agung tanpa sepengetahuan mereka. Putusan Mahkamah Agung Nomor 2571 K/Pdt/2023 mengabulkan kasasi Sin Bun Han dan membatalkan putusan sebelumnya yang menguntungkan Yunia Lie.

BACA JUGA:   Puluhan Driver Online Maxim di Batam Bagi-bagi Takjil Buka Puasa

“Melihat ini, saya ajukan kembali PK pada 13 Mei 2024 lalu untuk membatalkan putusan Mahkamah Agung tersebut, ini masih berjalan,” katanya.

Lalu Dia juga mendapati informasi bahwa tepat hari ini, 16 Mei 2024 akan dilakukan eksekusi terhadap rumah tersebut oleh PN Batam. Hal tersebut dinilai dia janggal karena eksekusi tersebut tidak diketahui istrinya selaku pemilik rumah yang sah. Edwin mengatakan, terkait hal itu pihaknya akan terus memperjuangkan kepemilikan rumah tersebut bahkan dirinya bakal menempuh jalur hukum.

“Kami akan terus melakukan perlawanan karena kami sudah membeli rumah ini secara sah dan semua berkas-berkasnya ada. Masa iya saya dan istri saya tersingkir dari rumah sendiri. Saya akan terus bertahan. Saya tetap menolak adanya eksekusi ini, sampai mati sekalipun,” tegasnya.