Kakorpolairud Tekankan Porsenel Beradaptasi Dengan Perkembangan Teknologi Dalam Menjalankan Tugas

Bataminfo.co.id,Sulawesi Selatan – Kepala Korps Kepolisian Air dan Udara (Kakorpolairud) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Yassin Kosasih, menekankan agar personel beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam menjalankan tugas.

Adaptasi teknologi yang juga merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo itu disampaikannya dalam kunjungan kerja ke Polda Sulawesi Selatan, Senin, 4 Maret 2024, kemarin.

“Perlunya untuk beradaptasi dengan
perkembangan teknologi, termasuk (menangani) perang siber, dan penggunaan drone,” ujar Yassin.

Yassin melanjutkan, personel harus mampu melakukan deteksi dini, mengambil langkah antisipasi, memperkuat profesionalisme dan pelayanan terhadap masyarakat, memperkuat nilai-nilai polri presisi, serta kemanunggalan dengan rakyat.

“Memperkuat profesionalisme, pelayanan terhadap masyarakat, dan sinergi antar kesatuan,” ungkapnya.

Kemudian, penting menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Termasuk, mengawal dan mengamankan pelaksanaan tahapan Pemilu 2024 yang masih berlangsung. “Masih ada sejumlah tahapan pemilu hingga Oktober 2024 nanti yang perlu terus dijaga.”

BACA JUGA:   Pemerintah Putuskan BST Covid-19 Diperpanjang hingga Juni 2021

Yassin juga menjabarkan program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait kalender Kamtibmas di mana akan digelar pengamanan Operasi Ketupat.

“Di sini wilayah perairan sangat luas, lakukan sosialisasi kepada pemilik jasa angkutan laut untuk penggunaan life jacket harus sesuai dan sama dengan jumlah kapasitas penumpang untuk mengantisipasi laka laut,” katanya.

Ia menambahkan, perlu dislokasi penugasan kapal, helikopter, dan personel udara polri. Terkait alokasi heli harus disiasati dua polda satu heli bergantian dengan polda terdekat.

“Ditpolairud Polda Sulsel ada kapal BKO 1 unit dan heli 1 Unit. Saya titip kepada Dirpolairud Polda Sulsel untuk membina anggota kapal dan heli di wilayah Polda Sulsel,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Yassin juga menyampaikan amanat Kabaharkam Polri Komisaris Jenderal Polisi M Fadil Imran diantaranya menangkap pelaku kejahatan adalah sebuah kebanggaan, tetapi mencegah kejahatan merupakan kemuliaan.

BACA JUGA:   Kapal Patroli Tercepat Karya Anak Bangsa Perkuat Bakamla RI

“Ada dua prinsip pendekatan untuk polisi mampu memetakan potensi gangguan dan melakukan pencegahan, yaitu: community policing dan tailor-made treatment. Sejatinya seluruh anggota polri adalah petugas pemolisian komunitas (community policing) agar proses penyelesaian masalah selesai dengan karakteristik masyarakat,” jelasnya.

Menurut Yassin, tujuan utama dibentuknya polisi adalan untuk mencegah terjadinya kejahatan. Opsnal Polairud, Potensi Gangguan, Kasi Intel harus bisa melakukan mapping dan penggalangan kepada Toga, Tomas, Todat untuk tidak menggunakan bom ikan yang dapat merusak terumbu karang sehingga biota laut tidak dapat berkembang biak di karang-karang.

“Kalau karang hancur tidak ada lagi ikan di tempat tersebut. Untuk fungsi Binmas lakukan penyuluhan tentang kehidupan biota laut agar tidak rusak dan punah. Patroli kapal agar mencegah tindak pidana, dan unit Gakkum lakukan penangkapan tindak pidana di perairan,” ucapnya.

BACA JUGA:   Kepala Daerah PPKM Level 3 dan 4, ini Aturan dari Mendagri

Yassin meminta, agar beberapa program unggulan yang sudah di launching oleh kabaharkam polri seperti Polisi RW, Sambang Nusa Presisi, Klinik dan Perpustakaan Terapung, serta bersih-bersih pantai terus dilaksanakan.

“Tingkatkan kegiatan preemtif dan preventif. Laksanakan penegakan hukum secara profesional dan rasional dalam mengambil kebijakan. Kerugian negara yang diselamatkan tidak menjadi patokan dalam keberhasilan pelaksanaan tugas. Apabila di suatu wilayah tindak pidananya rendah berarti kegiatan preemtif dan preventif sudah di laksanakan dengan baik,” tandasnya.

Hadir dalam kunjungan itu, Kabag Opsnal & TIK Korpolairud, Dirpolairud Polda Sulsel, pejabat utama Ditpolairud Polda Sulsel, dan Komandan Kapal Polisi BKO Polda Sulsel.