Klarifikasi Satria Mahathir Terkait Perlakuan Istimewa, Satria: Maaf itu Hanya Konten

Dok ist web

Bataminfo.co.id, Batam – Usai membeberkan hak istimewa yang diperolehnya selama 13 hari dalam penjara, Satria Mahathir kembali muncul untuk memberikan klarifikasi kepada publik.

“Saya akan coba mengklarifikasi terkait beberapa hal yang menjadi sorotan publik belakangan ini, yaitu ketika saya podcast dengan Ata Halilintar dan Samuel Christ. Perlu saya perjelas bahwa saya tidak pernah atau tidak sedang berusaha untuk menjatuhkan institusi maupun pejabat,” ucap Satria.

Setelah sempat viral di media sosial (Medsos), kini Satria kembali berdalih bahwa pernyataan itu diungkapkan oleh Satria dengan alasan hanya untuk personal branding.

BACA JUGA:   Tidak Termasuk Singapura, RI Buka Pintu Masuk Buat Turis 18 Negara

“Seluruh isi konten tersebut hanyalah hiburan semata karena itu bagian dari personal branding saya. Saya tidak pernah diperlakukan secara khusus yang mana berbeda dari tahanan-tahanan lainnya. Kemudian saya juga tidak mengeluarkan uang seribu rupiahpun untuk proses restorative justice (RJ),” ucap Satria.

Untuk diketahui, Restorative justice (RJ) adalah sebuah proses dimana semua pihak yang berkepentingan dalam pelanggaran tertentu bertemu bersama untuk menyelesaikan secara bersama-sama untuk menyelesaikan secara bersama-sama begaimana menyelesaikan akibat dari pelanggaran tersebut demi kepentingan masa depan. Kedua pihak tersebut adalah baik pelaku maupun korban.

BACA JUGA:   Panglima TNI Pastikan Netralitas TNI Dalam Pilkada Serentak Tahun 2020

Klarifikasi serupa juga disampaikan oleh teman Satria bernama Divo Fadly. Dalam akun Tik-toknya, Divo juga menuturkan hal senada. Dalam video klarifikasi yang diunggahnya di tik-tok, Divo meminta maaf kepada institusi Polri dan juga pihak Korban yang terseret dalan pernyataan temannya Satria Mahathir sebelumnya.

“Saya Divo Fadly ingin mengklarigikasi terkait podcast dari Satria Mahathir. Saya, Satria dan Teman-teman tidak diperlakukan secara spesial, dan dari pihak korban juga mencabut laporan itu tidak menerima uang seribu pun dan tidak ada intervensi seperti yang disampaikan di podcast. Semua itu hanya kebutuhan untuk intertain. Dan saya mewakili Teman-teman saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak institusi Polri dan pihak Korban, Pak Nyangnyang Haris Patamora. Kalau ada perkataan atau tindakan yang mungkin merugikan dan salah, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.

BACA JUGA:   Pelda KKO (Purn) Soegimin Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi Tutup Usia

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto saat dikonfirmasi oleh Tim Redaksi Bataminfo.co.id, Ia membenarkan adanya klarifikasi dari Satria Mahathir dan Rekannya, sebagai jawaban dari pernyataan Satria sebelumnya yang dikonfirmasi oleh Media kepadanya. “Itu jawabannya,” katanya singkat.