13 Hari Ditahan di Polresta Barelang, Satria Sebut Diperlakukan Istimewa

Screen shot podcast selebgram satria:dok(web)

Bataminfo.co.id, Batam – Usai ditahan selama belasan hari di tahanan Polresta Barelang, Selebgram bernama lengkap
Satria Mahathir kini malah mengejutkan publik dengan pernyataannya.

Satria Muhathir yang dikenal dengan nama Cogil itu diketahui hanya mendapatkan penahanan oleh Polresta Barelang selama 13 hari saja atas kasus yang menimpanya beberapa waktu lalu.

Mengejutkan, dalam podcast Samuel Christ, ketika disinggung bahwa dirinya hanya ditahan dalam kurun waktu ± dua minggu, Satria dengan angkuh mengaku bahwa hal itu karena hak istimewa.

Hak istimewa itu diduga diperolehnya dari sang Ayah yang memiliki kedudukan tinggi. Hal itu juga disebutkan Cogil saat ditanyai oleh Samuel Christ dalam sebuah podcast.

“Oh iya, privelege berlaku soalnya. Dimulai dari proses BAP sampai pencabutan berkas, itu semua Penyidik dan Anggota tuh memperlakukan kita dengan baik, sangat baik. Termasuk waktu di dalam sel dibeliin rokok,” ucapnya.

BACA JUGA:   Lantik 535 Pejabat Pemko Batam, Rudi Minta Inovatif Dalam Bertugas

Kata dia, memang telah ada perdamaian antara dirinya dengan pihak keluarga korban, yang mana anak dari Anggota DPRD Provini Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. Kendati begitu, Satria menuturkan, hal itu tak terlepas dari tekanan yang diberikan pihaknya kepada keluarga korban.

“Damai sih damai tapi kan disisi lain kan Anggota DPR ini kan dia terima banyak pressure dari pihak kita. Intervensi kan dimana mana ada. Jadi secara nggak langsung yah dia diteror dong,” ujar Cogil.

BACA JUGA:   Idul Fitri 1444 H Sudah Ditetapkan, Catat Ini Tanggalnya

Selanjutnya, saat dicecar pertanyaan oleh Samuel apakah dirinya benar berada di dalam sel pada umumnya atau malah mendapatkan tempat khusus, Satria dengan bangga membeberkan bahwa dirinya diperlakukan berbeda dengan napi lainnya. Bahkan, dia dan ketiga rekannya disatukan dalam satu kamar khusus.

“Masuk sel. Tapi orang-orang pada umumnya itu kan mereka dipecahin gitu kan, bareng-bareng (sama-sama) dengan orang itu, kalo gue nggak. Jadi gue dikasi kamar yang benar-benar kosong, harus dirapiin dan benar-benar dibersihin. Terus kita isinya berempat. Karena kan kita sepaket ada 4. Emang udah titipan dari pimpinannya buat nggak dipisah atau gabung sama yang kakap-kakap. Itu kan ada napi yang kakap, kasus-kasus gede,” beber Satria.

BACA JUGA:   Dampak Kesehatan, Perusahaan Peternak Ayam di Tanjung Banun Timbulkan Banyak Lalat

Lebih mengejutkan lagi, Selebgram tersebut tak ikut makan dengan napi lainnya. Spesialnya, ia malah diberikan makanan yang dipesan khsusus dari luar melalui aplikasi go-food. Kata dia, dirinya juga memiliki akses untuk keluar masuk kamar sel.

“Nggak. Kita nggak makan makanan penjara. Jadi kita kadang digofood kan sama polisi yang jaga/piket. Atau ada yang jenguk. Stok makanan nggak pernah habis di dalam. Rokokpun udah terlalu banyak. Sampai paru-paru kita tuh sakit, jadi selain apa yang tadi udah gue sebut gue bisa juga keluar ke titik-titik apel, gue bisa ke situ. Gue punya akses bebas kesitu, tapi tergantung siapa yang lagi jaga,” ungkap dia.