Sosok Aggota DPRD Kota Depok Penganiaya Sopir Truk

Kolase penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD Kota Depok terhadap sopir truk. (Tangkapan layar video unggahan akun Instagram @depokhariini)

Bataminfo.co.id, Depok – Identitas anggota DPRD Kota Depok yang diduga menganiaya sopir truk akhirnya terkuak. Pelaku diduga menjabat sebagai salah satu pimpinan di DPRD Kota Depok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku penganiayaan terhadap sopir truk adalah Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Tajudin Tabri.

Tajudin Tabri merupakan anggota DPRD Kota Depok dari Partai Golkar yang menjabat selama dua periode.

Pada Pileg 2019, Tajudin Tabri terpilih menjadi anggota DPRD Kota Depok periode 2019-2024 dari Dapil Beji, Cinere dan Limo.

BACA JUGA:   Korban Tewas Usai di Pukul, Lima Pelaku Penganiayaan di Foodcourt Pasifik Batam Ditangkap Polisi

Pada Pileg 2014, ia juga terpilih menjadi anggota DPRD Kota Depok periode 2014-2019 dari Dapil yang sama.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Partai Golkar, Tajudin Tabri. (FB)

Sebelumnya, viral sebuah video penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD Kota Depok terhadap seorang sopir truk.

Video berdurasi 1 menit 10 detik itu diunggah oleh akun Instagram @depokhariini pada Jumat (23/9/2022).

“Dia marah karena portal yang ada di Jalan Krukut Kelurahan Limo rusak disenggol truk tersebut,” tulis akun Instagram @depokhariini.

Dalam video terlihat anggota DPRD Kota Depok menginjak pundak sopir truk yang sedang dihukum melakukan push up. Bahkan ia juga memaksa sopir truk untuk guling-guling di tengah jalan raya

BACA JUGA:   Aniaya Jurnalis, Seorang Kontraktor dan Anak Buahnya Ditangkap Polisi

“Guling-guling cepat atau saya panggil polisi,” hardiknya.

Sang sopir truk hanya bisa menuruti perintah anggota DPRD Kota Depok. Sedangkan warga sekitar dan para pengguna jalan lainnya tampak hanya menonton dan merekam kejadian.

Unggahan video tersebut memancing reaksi warganet untuk ikut berkomentar. Sebagain besar di antaranya mengecam tindakan anggota DPRD Kota Depok yang dinilai sewenang-wenang.

BACA JUGA:   Minta Dikirimkan ke Negara Ketiga, Pengungsi Afganistan Gelar Aksi Damai di Kantor Perwakilan UNHCR Tanjungpinang

“Digaji pakai duit rakyat tapi malah menyiksa rakyat. Sehat gak sih tu orang,” kecam @utari_gajab.

“Hadeh cara negurnya gak memanusiakan manusia. Katanya anggota dewan kok kayak gak terpelajar ya? xixi,” tulis @prideuxfir.

“Boleh disuruh push up tapi jangan sampai diinjak begitulah,” tulis @bobbypamungkas.

Hingga berita ini ditulis dan diterbitkan, kami masih berupaya menghubungi Tajudin Tabri untuk meminta klarifikasi. Jika kemudian terdapat jawaban, akan dimuat dalam artikel selanjutnya. (RED)