Presiden Jokowi. Foto : sekretariat negara Indonesia

Bataminfo.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk segera muncul ke publik dan mengambil sikap tegas terkait kabar penundaan Pemilu 2024 yang saat ini terus ramai di masyarakat dan elite politik.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi dalam diskusi bertajuk ‘Telaah Kritis Usul Perpanjangan Presiden dan Wakil Presiden’ yang digelar Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI), Sabtu (5/3).

BACA JUGA:   Presiden Jokowi Kembali Perpanjang PPKM Hingga 30 Agustus 2021, Termasuk Kota Batam

“Kalau soal penolakan terhadap 3 periode, Presiden Jokowi sudah 2x kali mengatakan penolakan itu secara terang benderang,” kata Burhanuddin, seperti dilansir Merdeka.com.

“Tetapi soal penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden hingga 2027 presiden Jokowi belum memberikan pernyataan yang tegas, setegas Mba Puan atau Hasto dari Sekjen PDI Perjuangan,” tambahnya.

BACA JUGA:   Rencana Penundaan Pemilu 2024, DPW Prima Kepri: Menabrak UUD 1945

Dia menuturkan jika Jokowi tidak muncul, nantinya akan terus menimbulkan spekulasi. Sehingga publik tidak berpandangan negatif tentang dalang tiga periode ini adalah ulah istana.

“Jadi saya tidak bosan-bosan ini mengingatkan supaya Presiden jokowi memberikan penolakan setegas mungkin,” bebernya.

Untuk diketahui, isu penundaan pemilu kali ini terus bergulir. Walaupun begitu Staf Khusus Mensesneg, Faldo Maldini kembali merespon kabar yang kali ini terus menguat sehingga membuat gaduh para elit politik dan masyarakat. Dia menegaskan bahwa isu penundaan tidak menjadi prioritas saat ini.

BACA JUGA:   PDIP Umumkan Cakada 2020, Soerya-Iman Untuk Kepri

“Isu penundaan ini tidak menjadi prioritas sampai saat ini. Yang kami harap jangan diseret-seret (presiden dalam wacana penundaan pemilu 2024),” kata Faldo dalam pesan singkat, Jumat (4/3). (*)