Ilustrasi nonton TV. Foto: internet

Bataminfo.co.id – Mulai hari ini, sebanyak 18 channel TV kabel akan berhenti siaran di Indonesia, dari channel Disney sampai Fox. Mungkin salah satunya adalah favorit kamu untuk menikmati hiburan, berikut daftar lengkapnya.

Dilansir detikkINET dari laman Variety, Disney belum lama ini sudah mengumumkan bakal menutup 18 saluran TV di bawah naungan mereka, di Asia Tenggara dan Hong Kong, termasuk juga Indonesia. Upaya ini rupanya ditujukan untuk mendorong streaming online. Seperti diketahui, Disney sedang gencar mempromosikan Disney+.

“Sebagai bagian dari upaya global The Walt Disney Company untuk berporos menuju model pertama D2C dan semakin mengembangkan layanan streaming kami, perusahaan mengkonsolidasikan bisnis media network terutama di Asia Tenggara dan Hong Kong. Upaya ini akan membantu kami menyelaraskan sumber daya kami secara lebih efisien dan efektif dengan kebutuhan bisnis saat ini dan masa depan,” kata Disney dalam pernyataan resminya.

BACA JUGA:   LSM BPKPPD Kepri Akan Unjuk Rasa di bright PLN Batam, ini Tuntutannya

Penghentian tayang ke-18 channel berlaku mulai 1 Oktober hari ini. Adapun channel yang ditutup siarannya meliputi:

Fox
Fox Crime
Fox Life
FX
Channel V
Fox Action Movies
Fox Family Movies
Fox Movies
Star Movies China
Fox Sports
Fox Sports 2
Fox Sports 3
Star Sports 1
Star Sports 2
Disney Channel
Disney Junior
Nat Geo People
SCM Legend

BACA JUGA:   Waria Cabut Laporan, Kasus Prank Sembako Youtuber Ferdian Paleka Bebas

Disney masih menyisakan empat channel TV yang masih bisa dinikmati oleh pengguna Transvision, First Media, Indovision, MNC Sky Vision, Indihome dan provider televisi berlangganan lainnya. Keempat channel tersebut adalah:

Star Chinese Channel
Star Chinese Movies
National Geographic Channel
Nat Geo Wild

Juru Bicara perusahaan juga memastikan pihaknya akan terus memiliki bisnis media dan hiburan yang kuat di Asia Tenggara dan Hong Kong.

“Disney akan terus memiliki bisnis media dan hiburan yang kuat di Asia Tenggara dan Hong Kong yang mencakup bisnis direct-to-consumer, studio entertainment, produk konsumen, game dan bisnis penerbitan, melayani konsumen dan mitra serupa di kawasan ini,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Kelab Malam Boleh Buka, Tapi Pengunjung Nggak Boleh Joget

Menanggapi penghentian 18 channel TV kabel oleh Disney, analis investasi Richard Greenfield mengatakan paket TV berlangganan telah dirusak oleh strategi perusahaan yang lebih menyukai layanan streaming ketimbang penjualan program melalui operator kabel dan satelit.

Dia mencontohkan salah satu acara terbaiknya berjudul WandaVision tayang di Disney Plus daripada Disney Channel. “Semua yang disukai konsumen tidak ada dalam paket (tv berlangganan),” kata Greenfield. (*)