Firman Ardiansyah

Amerika Serikat (AS) dan China adalah 2 Negara besar yang sangat berpengaruh di dunia, hubungan antara kedua negara adidaya ini memanas seiring berkembangnya pesatnya ekonomi pada taraf internasional.

Perang dagang keduanya bermula pada menjelang tahun 2018 bahkan semakin memburuk semenjak masuk nya pandemi Virus Covid-19 hingga saat ini.

Tentunya perang dagang ini memiliki dua mata rantai yang medatangkan keuntungan positif maupun berimbas negatifnya bagi setiap negara termasuk Indonesia. Namun, persoalan semacam ini tentunya bukan menjadi hal baru dan dapat diantisipasi segera agar tidak berdampak logis pada keutuhan negara Indonesia khususnya bidang perekonomian.

BACA JUGA:   Impact of Bullying: Bully Masih Marak di Perguruan Tinggi

RealitasĀ ini menjadi peringatan bagi semua negara, pasalnya dominasi AS sebagai negara Adi Kuasa pada tatanan globalisasi kini mendapat perlawanan dari negara underdog yakni China, yang menjadi ancaman tandingan pada era baru perdagangan global. Cina memiliki peran inovasi dan juga teknologi yang tidak jauh kalah dengan Amerika dengan produk produk Made in China.

Jika ini terjadi, ancaman terhadap daya saing produk Indonesia akan membesar dan tentu berdampak terhadap neraca perdagangan. Artinya, imbas perang dagang Amerika Serikat dan China Tampaknya semakin krusial, terutama imbas terhadap perekonomian di mayoritas negara berkembang, termasuk Indonesia.

BACA JUGA:   Toxic Friendship; Mimpi Buruk dalam Pertemanan

kendati demikian Imbas dari perang dagang tersebut tentunya hanya berdampak pada hal-hal negatifnya saja, Indonesia dapat juga memanfaatkan beberapa peluang seperti menarik para investor agar mereka menginvestasinya modalnya ke Indonesia.

Lebih lanjutnya Indonesia juga bisa mengambil peluang untuk menggantikan beberapa produk yang dibutuhkan kedua negara tersebut. Contohnya jika China mengenakan tarif impor mahal ke Amerika, disitu Indonesia dapat menempatkan peluang memberi pengenaan tarif yang lebih ekonomis dan terukur untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sederhananya, Indonesia bisa menjadi alternatif untuk menggantikan tempat negara yang ada dengan menawarkan barang maupun jasa dengan harga yang lebih rendah.

BACA JUGA:   WHO Gagal Temukan Asal Usul Covid-19 di China

Hemat penulis adalah Indonesia harus lah tetap mencari peluang dari dinamika perang dagang kedua raksasa ekonomi dunia tersebut, jangan mau kalah dengan kompetitor dari negara lainya karena potensi Indonesia secara sumber daya dan peta politik internasional sangat mendukung Indonesia menjadi Negara Adi Kuasa baru.

Penulis : Firman Ardiansyah

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota BatamĀ