Bataminfo.co.id, Batam – Badan Intelejen Negara Daerah (Binda) Kepulauan Riau melaksanakan vaksinasi pertama untuk pelajar berkebutuhan khusus dari empat Sekolah Luar Biasa (SLB) di Batam, Selasa (31/8/2021).

Pantauan di lokasi, para pelajar berkebutuhan khusus ini, tampak didampingi oleh para orang tua saat menunggu, pengisian data, hingga proses menerima vaksin.

Para siswa yang berusia 12-17 tahun ini, juga terlihat tenang saat menunggu nomor antrian mereka, sehingga antrian terpantau kondusif dan tertib.

Kegaduhan justru terjadi di bilik tempat penyuntikan vaksin, beberapa anak berkebutuhan khusus ada yang menolak untuk disuntik, dan memilih kabur ketika petugas vaksinator meminta mereka duduk di bangku yang disediakan.

BACA JUGA:   Alamak, Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan di Batam Capai Rp 99Miliar

Alhasil, suasana di bilik vaksinasi tersebut pun gaduh oleh aksi kejar-kejaran antara orang tua murid dan petugas kesehatan dengan murid yang hendak disuntik vaksin.

“Memang perlu usaha ekstra setiap kali ada imunisasi kayak begini. Anak saya agak sensitif lihat keramaian, dan tadi sempat takut disuntik,” ungkap salah seorang wali murid, Eva yang ditemui di SLB Putrakami, Batam Center.

Bagi Eva, penyuntikan vaksin untuk anak perempuannya yang bersekolah di SLB ini merupakan kali pertama. Ia mengetahui informasi seputar vaksinasi ini langsung dari pihak sekolah.

“Pengen disuntik supaya anak saya sehat, dan nggak terpapar Covid-19,” ucapnya.

Kepala BIN daerah (Kabinda) Kepri, Brigjen Pol Riza Celvian Gumay, melalui Kabag Ops Binda Kepri, Kolonel CHB Komara Manurung mengatakan Binda Kepri berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi bagi seluruh pelajar usia 12-17 tahun agar terbentuk herd immunity di kalangan pelajar.

BACA JUGA:   Polisi Gagalkan Penyelundupan 10 Calon TKI Ilegal di Nongsa Batam

“Hari ini kami menfasilitasi pemberian vaksin Sinovac dosis pertama bagi 115 anak berkebutuhan khusus dan disabilitas. Totalnya di Kepri ada 1.340 anak berkebutuhan khusus yang menjadi sasaran vaksinasi,” kata Komara.

Terhitung sejak Juli 2021, Binda Kepri telah melaksanakan vaksinasi bagi pelajar sebanyak 20.416 orang.

“Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan pelaksanaan vaksinasi oleh Binda Kepri sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo,” imbuhnya.

BACA JUGA:   1.211 Pasien Covid-19 di Batam Sembuh, Sekda : Terus Jaga Imun Tubuh

Kepala Sekolah SLB Putrakami, Hefrina pun mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas kepedulian Binda Kepri dalam memfasilitasi vaksinasi bagi anak berkebutuhan khusus.

“Kami berterimakasih kepada Binda Kepri atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga ke depannya seluruh anak-anak kita, khususnya yang berkebutuhan khusus dapat segera tervaksin,” tambah Hefrina.

Ia mengakui, kegiatan vaksinasi bagi anak berkebutuhan khusus memang tidak dapat dilaksanakan di tempat umum seperti biasa, dan harus didampingi oleh guru maupun wali murid.

“Untuk melakukan kegiatan vaksinasi seperti ini kita harus terlebih dulu memahami karakteristik anak. Sehingga diperlukan pendekatan berbeda-beda bagi setiap anak agar mau divaksin,” pungkasnya. (yog)