Turut Lumban Toruan (baju putih), korban pengeroyokan dan dua saksi mata saat bercerita kepada wartawan terkait pengeroyokan yang terjadi di BMI Mitra Mall Batu Aji. Foto : sgi/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Leonard Aritonang dan Turut Lumban Toruan, menjadi korban pengeroyokan di depan kantor BMI Mitra Mall Batu Aji, Kamis (13/5/2021) lalu. Mereka diduga dikeroyok oleh kelompok RS, HN dan TS bersama puluhan orang lainnya.

Akibat pengeroyokan tersebut, Leonard Aritonang, hingga kini masih terbaring tak berdaya di Rumah Sakit Embung Fatimah.

Kepada wartawan, Turut Lumban toruan menuturkan peristiwa yang dialaminya bersama Leonard Aritonang tersebut telah dilaporkan ke Polresta Barelang. Ia meminta polisi untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan itu.

“Saya minta bandar togel yang keroyok kami agar dijebloskan ke penjara”, kata Turut Lumban.

BACA JUGA:   Alumni Setukpa 2018 Resimen WSW-47 Gelar Baksos Peringati 5 Tahun Pengabdian Perwira

Sementara itu, KF yang merupakan salah satu saksi menceritakan kronologi pengeroyokan yang menimpa Leonard Aritonang dan Turut Lumban Toruan. Ia menceritakan saat itu dirinya diundang untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara pelaku dan para korban. Sampai di lokasi, KF melihat RS mukul korban Turut Lumbantoruan, dan di lokasi sudah bersembunyi beberapa para pelaku lainnya.

“Tak lama kemudian datang seorang yang ngaku-ngaku RT dengan menggunakan motor sembari membawa parang, sempat mau menebas saya, untungnya saya menghindar, para pelaku yang bersembunyi di alang-alang dekat parit dan berapa orang lagi yang sudah mengepung menyerang dan salah satunya menghajar Leonard dengan cangkul dari belakang hingga mengenai kepala Leonard hingga tumbang kemudian dihajar dan ditendang oleh Irvan dan kawan-kawan sehingga korban tidak sadar diri di lokasi”, ujarnya.

BACA JUGA:   Semarak Idul Fitri, Muhammad Rudi Dukung Penuh Festival Lampu Colok dan Lampu Hias Karimun

Melihat korban yang sudah tidak sadarkan diri dan bersimbah darah, sambung KF, para pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi.

“Sedangkan korban langsung dibawa ke RS Embung Fatimah untuk mendapatkan perawatan medis,” ucapnya.

Terkait hal ini, wakil Ketua Aritonang se-Batam, Magihut Radjagukguk mengutuk dan mengecam keras aksi main hakim sendiri yang menimpa Leonard Aritonang dan Turut Lumban Toruan, yang diduga dilakukan kelompok RS, HN dan TS.

BACA JUGA:   Lokasinya Terendus, Pemilik Limbah Elektronik B3 di Tanjung Uncang Langsung Pindahkan Barangnya

“Saya minta kepada pihak Kepolisian agar para pelaku secepatnya ditangkap, saya terus memantau dan mengikuti perkembangan pencarian para pelaku tersebut”, jelasnya

Sambungnya, Sesuai keterangan, antara korban dengan pelaku tidak ada persoalan dan hanya membantu menyelesaikan permasalahan Turut Lumban Toruan saja,” ujar Mangihut.

“Saya mewakili kumpulan marga Aritonang se-Batam, meminta kepada pihak kepolisian agar secepatnya kasus ini diusut,” pungkasnya. (sgi)