Inilah jenis rokok produksi luar negeri yang diselundupkan dari Singapura menuju Batam. Foto : yog/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Keberhasilan petugas TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan rokok tanpa cukai produksi luar negeri di Batu Ampar, Kota Batam, Sabtu (27/3/2021) lalu, patut diacungi jempol. Namun, disebalik itu semua, tentunya peran petugas Bea dan Cukai Batam sendiri patut di pertanyakan.

Bagaimana tidak, Bea dan cukai Batam selaku aparat yang berwenang mengawasi keluar masuknya barang baik di jalur domestik dan internasional, nyatanya kecolongan terkait penyelundupan rokok tanpa cukai produksi luar negeri yang dilakukan pengusaha berinisial AH itu.

Informasi yang dirangkum Bataminfo.co.id, dalam menjalan bisnis rokok ilegal sebelum ditangkap petugas TNI AL. AH yang merupakan pengusaha asal Pulau Bintan ini mempekerjakan salah satu warga negara Malaysia. Warga Malaysia itu bertugas untuk mengurus pendistribusian rokok itu ketika sampai di Batam dari Singapura.

BACA JUGA:   Jenazah Pasien Positif Covid-19 di Batam Diambil Paksa Keluarga, Videonya Beredar di Media Sosial

“AH itu pemain lama rokok import. Dan pengurusnya dia pakai orang Malaysia. Hampir semua pemain rokok tau siapa AH itu,” ucap salah satu sumber yang meminta namanya tidak di publikasikan, kepada Bataminfo.co.id, Senin (29/3/2021) siang.

Diterangkan Sumber, rokok-rokok ilegal itu mau dibawa kemana. WN Malaysia itu yang mengatur semuanya. Dalam menjalankan bisnis ilegal itu sebelum terendus TNI AL, mereka menggunakan peti kemas atau kontainer untuk menyelundupkan rokok dari Singapura yang kemudian masuk ke pelabuhan resmi milik pemerintah di Batam.

BACA JUGA:   Ayo Pakai Masker, Satlantas Polresta Barelang Pasang Stiker di Transportasi Umum

“Jadi perairan Indonesia ini, hanya tempat persinggahan sementara saja. Sementara rokok tersebut akan dibawa kembali ke Malaysia dan negara lainnya menggunakan kapal,” ucap sumber.

Sementara itu, saat ditanya apakah saat mereka melakukan bongkar muat di pelabuhan resmi itu tidak terpantau oleh petugas Bea dan Cukai. Sumber enggan menyebutkan secara detail. Ia hanya menyarankan agar menanyakan hal itu kepada pihak Bea dan Cukai.

Terpisah, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai (BC) Batam, Rizki Badilah membantah pihaknya kecolongan. Ia menuturkan sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran dari rokok tanpa pita cukai produksi luar negeri yang dibawa kapal dari Singapura di dalam kontainer yang singgah di Batu Ampar.

BACA JUGA:   Ardiwinata Apresiasi Kegiatan Gakosmob Terapkan Protokol Kesehatan

“Rokok dari kontainer itu dikeluarkan dan di pindahkan ke kapal dengan tujuan Thailand, kalo dari sisi kami sejauh ini belum ada pelanggarannya,” ucap Rizky, Senin sore.

Hal itu, jelas Rizky, karena rokok dalam kontainer itu di bongkar di lini 1 pelabuhan Batu Ampar dan akan diangkut lanjut ke Thailand dan dokumennya ada.

“Barang ini dari Singapura trasnit ke Batam terus dimuat ke kapal Karya Sampurna tujuan Thailand. Dari awal manifest sudah disebutkan bahwa tujuannya langsung ke Songkhla, Thailand. Kecuali kapal tersebut bongkar di Tembilahan atau tidak mengarah ke perairan Thailand, baru kami lakukan penindakan,” jelasnya. (tim)