Bertha Romius Yasin alias Romi digiring petugas Kejaksaan untuk di jebloskan ke Rutan Tanjungpinang. Foto : sah/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Pelarian Bertha Romius Yasin alias Romi, terpidana kasus korupsi pembangunan Dermaga Desa Balong, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, berakhir.

Romi yang sudah menjadi buronan selama sembilan tahun, ditangkap tim Kejagung RI dan Kejari Tanjungpinang ditempat persembunyiannya di Perumahan Buana Vista, Kota Batam, Minggu (30/8/2020) sekitar pukul 18.25 WIB.

Dalam kasus korupsi pembangunan Dermaga di Desa Bakong, Singkep Barat, Kabupaten Lingga, negara dirugikan Rp 2,2 Miliar.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang, Aditya Rakatama, penangkapan buronan ini merupakan kerjasama pihaknya bersama tim Intelijen Kejagung RI. Romi ditetapkan sebagai buronan sejak kasus yang menjeratnya itu mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang tahun 2011 silam.

BACA JUGA:   Tan A Tie Tampung Aspirasi Masyarakat Blok B II, Kelurahan Batu Selicin

“Jadi pada Bulan Agustus 2011 sidang kasus itu di mulai. Hingga putus sidang di bacakan dia (Romi, red) sudah menghilang,” ujar Aditya.

Romi merupakan sub kontraktor yang bekerjasama dengan PT Bandar Dunia Madani rekanan dalam proyek itu. Pencarian Romi, terang Aditya, dilakukan Kejaksaan sejak tahun 2012 lalu.

BACA JUGA:   Tidak Terima Anaknya Dituduh Maling, Pria di Tanjunguma Bogem Emak-emak Hingga Patah Hidung

“Dan, kami memang sempat kehilangan jejak yang bersangkutan ini. Ini prosesnya cukup lama karena kami melakukan pencarian mulai dari awal lagi,” ucapnya.

Romi divonis bersalah dalam kasus tersebut melalui Surat Putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang Nomor : 290/PID.B/2011/PN.TPI tanggal 7 Januari 2011.

Dia terbukti bersalah melakukan korupsi untuk memperkaya diri dalam proyek tersebut. Sehingga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp2,2 miliar sesuai laporan hasil perhitungan Kerugian Keuangan Negara Nomor SR-121/PW 04/5/2010 pada 6 Mei 2010.

BACA JUGA:   Di Lingga, Wagub Kepri Ikut Panen Padi Perdana

Terpidana dinyatakan terbukti menerima uang Rp970 juta. Lalu terpidana dinyatakan juga memperkaya sejumlah pihak lain seperti saksi Zulkadri Darja Rp1,036 miliar dan saksi Togi Simanjuntak sejumlah Rp215 juta.

Romi divonis tiga tahun enam bulan penjara dengan denda Rp50 juta serta dibebani uang pengganti Rp634.370. Jika tidak mampu mengganti denda hukuman dalam waktu sebulan maka akan ditambah penjara enam bulan. (sah)