Pengunjung Nomad Ultra Lounge tampak tidak mematuhi anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan. Foto : nio/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Tempat Hiburan Malam di Kota Batam ternyata masih saja tak tertib menerapkan protokol kesehatan. Padahal kembali beroperasi sektor ini dinilai menimbulkan risiko tinggi penularan covid-19 karena membuat kerumunan.

Salah satunya seperti yang terlihat di Nomad Ultra Lounge, Harbour Bay, Minggu (5/7) dinihari. Para pengunjung di sana tampak sibuk berajojing ria tanpa mengenakan masker dan abaikan imbauan physical distancing (jaga jarak fisik.

Mereka yang didominasi anak muda ini berpesta dengan kondisi meja dipenuhi oleh tower (wadah) minuman keras. Beberapa diantaranya bahkan terlihat memasang wajah merah, mulai sempoyongan mengikuti alunan musik bar.

Salah seorang pengunjung, Jhonny (bukan nama sebenarnya) mengatakan, kondisi seperti ini menurutnya sudah wajar terjadi. Hal ini dia katakan sebab, penerapan protokol kesehatan di THM sudah pasti sulit dan pastinya bakal selalu dipenuhi pelanggaran.

BACA JUGA:   Pilkada 2024, Brigez Kota Batam Nyatakan Siap Dukung HMR dan Bunda Marlin

“Mana mempan diterapin yang begituan. Bukan kita tak mau patuh, cuman ya kesini kan tujuannya buat having fun (berenang-senang). Kita mau makan dan minum. Tentu ya ribet kalau pakai masker. Lalu soal yang kalau diminta duduk jauh-jauhan, jadi aneh gitu rasanya. Mending di rumah,” kata pria berkulit putih itu kepada BATAMINFO, Minggu dinihari.

Kondisi ini tentu saja miris. Apalagi kalau terus dibiarkan menggeliat tanpa adanya pengawasan. Langkah Pemerintah Kota Batam mengizinkan kembali aktivitas ekonomi sektor ini, bisa berubah jadi mimpi buruk.

BACA JUGA:   Polisi Selidiki Dan Dalami Terkait Joki IMEI Iphone di Pelabuhan Internasional Batam Center

Padahal seperti diketahui, meskipun kasus Covid-19 sekarang sudah terbilang menurun yaitu, bersisa 34 pasien saja. Tetapi setiapharinya sesuai data Tim Gugus Tugas Covid-19, selalu ada muncul kasus baru yang berpotensi menimbulkan cluster tambahan pula.

Bahkan berdasarkan rapid test terhadap warga Batam yang dilakukan secara acak maupun dari tracing kasus, didapati kalau sekarang ada sebanyak 550 orang yang memiliki hasil tes dinyatakan reaktif.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, kesimpulan sementara pihaknya bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster yang ada ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor.

BACA JUGA:   Jembatan Batam-Bintan Jadi Dibangun Tahun 2022, ini Penjelasan Kementerian PUPR

“Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan himbauan dari Pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19,”
kata Rudi.

Perihal ini Rudi meminta kepada seluruh masyarakat guna kemaslahatan bersama agar tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan tetap dirumah saja.

“Mengenakan masker jika terpaksa harus keluar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup,” pungkasnya. (nio)