Mengintip Peredaran dan Sarang Distributor Ponsel BM di Lucky Plaza Batam

Inilah gudang distributor ponsel Black Market (BM) milik T di kawasan Lucky Plaza, Batam. Foto : Bataminfo

Bataminfo.co.id, Batam – Penjualan ponsel pasar gelap atau yang lebih dikenal dengan sebutan ponsel “black market” (BM), berkembang dengan berbagai modus. Pemain yang diduga terlibat juga beragam. Sebab, ceruk pasar yang menggiurkan ini mendatangkan laba lebih besar.

Untuk mengetahui sejauh mana peredaran ponsel BM  dan sarang distributornya di Kota Batam, tim liputan Bataminfo.co.id, melakukan penelusuran ke salah satu pusat perbelanjaan ponsel terbesar di Kawasan Nagoya, yakni Lucky Plaza.

Di sana, satu persatu toko ponsel kami datangi guna mengintip proses peredarannya. Hasilnya kami mendapatkan, penjualan ponsel BM memang tak secemerlang tahun-tahun yang lalu, namun masih terbilang subur dan dijual bebas hampir diseluruh toko.

Salah seorang pedagang toko ponsel, Jack, bukan nama asli, mengakui kalau memang ponsel BM yang dia jual masuk secara ilegal, melalui pelabuhan-pelabuhan kecil (jalur tikus), pelabuhan besar, baik dalam bentuk komponen maupun ponsel utuh.

“Bukan rahasia baru, hampir semua merek ponsel disini masih ada yang menjual versi BM-nya. Tapi ini semua original kok dari toko resmi Singapura dan terjamin kualitasnya, hanya saja proses masuknya yang tidak resmi (ilegal),” ungkap Jack, sembari menunjuk ponsel yang berjejer dalam etalasenya, Jum’at, 29 Mei 2020.

Pria berpostur sedang itu menjelaskan, secara fisik, antara ponsel BM dan ponsel legal sebenarnya sama persis tidak ada bedanya. Hanya proses masuknya saja yang bermasalah. Ponsel BM ini masuk ke Batam dengan cara diselundupkan dengan berbagai cara untuk menghindari sistem perpajakan negara.

BACA JUGA:   Jual Sekoci Tanpa Izin, LCM Bakal Dilaporkan Owner Kapal Great Marine ke Polisi

Karena tidak membayar pajak bea masuk, Jack menjelaskan, otomatis harga jual lebih murah dan tentunya pedagang bisa mendapat keuntungan lebih besar dari produk BM ketimbang berjualan produk resmi. Perbedaan harga perunitnya itu bisa mencapai Rp4 juta atau jauh lebih murah 30-40%.

Menurutnya, saat ini barang-barang BM tidak dijual senaif dulu. Barang-barang tersebut dikemas lebih rapi agar tidak terlihat barang BM-nya. Artinya ponsel tersebut memiliki garansi. Garansi yang bersumber langsung dari toko resmi. Garansi yang diberikan pun bervariatif, kebanyakan 1 tahun.

“Bos bolak-balik Singapura, ambil barang. Bagaimana caranya bisa lolos silahkan tanya langsung. Mungkin ada orang dalam. Hal itu jadi sebuah keuntungan pula, membuat penjualan ponsel BM di toko kami ada garansi resminya. Misalnya kalau ada pelanggan yang mengeluh HP rusak, gampang nanti sekalian dibawa bos kesana diperbaiki sesuai garansi,” ujarnya.

Selain itu ia juga menyakinkan bahwa produk BM yang dijual juga dapat lolos dari peraturan Pemerintah Pusat, terutama mengenai peraturan IMEI yang sudah diterapkan oleh Kementerian Informatika RI.

BACA JUGA:   Selundupkan 3 Mayat ABK WNI, Polisi Tetapkan Dua Orang Sebagai Tersangka

Hal ini dibuktikan dengan ponsel iPhone yang dia gunakan pribadi, dimana ia menyakinkan kami dengan melakukan pengecekan IMEI, dan terbukti bahwa IMEI produk BM yang digunakannya telah terdaftar.

“Kalau soal IMEI jangan takutlah, itu ada triknya, masih ada celah yang bisa dimanfaatkan dan yang pasti kartu provider yang digunakan jangan pernah dilepas,” terangnya.

Sementara itu ia juga mengungkapkan, mengenai peredaran ponsel BM di kawasan tersebut juga didapatkan dari salah satu distributor berinisial T. Bahkan ia juga menegaskan, bahwa T memiliki gudang penyimpanan di lokasi yang sama.

“Disini ada juga distributornya, dari gudang nanti distribusi ke toko-toko. Sekarang pemain udah nggak banyak lagi sih, yang paling besar sekarang itu ya si T,” terangnya.

Menurut Jack, keberlangsungan ponsel BM itu tergantung peminatnya, jika ada pembelinya, ponsel BM masih bisa ditemui diberbagai tempat, tidak hanya di Lucky Plaza.

Artinya, jika satu produk masih banyak peminatnya sudah pasti ada barang versi BM-nya beredar di pasaran. Hal itu karena pasar Indonesia juga tergolong lambat dalam meluncurkan sebuah produk ponsel ataupun barang BM lainnya.

BACA JUGA:   Pendeta Batam Sepakat Ciptakan Batam Aman dan Damai

Selanjutnya, setelah mendapatkan lokasi tepatnya gudang T berada, kami beralih mencari tahu dan memastikan ada atau tidaknya sarang distributor ponsel BM terbesar di Lucky Plaza yang dimaksud oleh Jack.

Setiba di lokasi, kami mendapati gudang yang dimaksud berada di pojokan dekat pelataran parkir halaman belakang. Di sana tampak ada dua orang pria (karyawan). Satunya sibuk mondar-mandir menulis nota, dan satunya lagi berada dibalik meja melakukan rekondisi ponsel.

Ketika didatangi, salah satu dari mereka mengatakan kalau benar gudang yang dimaksud adalah milik T. Namun demikian, yang bersangkutan kebetulan sedang tidak berada di tempat.

“Tadi ada, tapi sepertinya sekarang lagi keluar. Dia cek toko yang lain mungkin,” ujar pria berkulit putih itu.

Untuk diketahui, di Batam sendiri distributor resmi yang sudah cukup dikenal, seperti PT Sat Nusa Persada tbk, sedangkan di Indonesia itu ada, Teletama Artha Mandiri (TAM), Trikomsel Surya Citra Multimedia (SCM), PT. Bintang Cemerlang, PT Bangun Persada Tata Makmur (BPTM), dan Setia Utama Distrindo (SUD).

Para distributor resmi itu ditunjuk oleh vendor utama (produsen ponsel) untuk mendistribusikan ponsel di Indonesia. Sayangnya, distributor tersebut belum menjamin bahwa Indonesia bebas dari maraknya peredaran ponsel BM. (nio)